Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tak Terdengar Jerit Tangis, Bocah Ini Santuy Saat Disunat, Ternyata Asyik Main Game

Azka (5) dengan tenang sedang fokus dengan gawai (gadget) miliknya dan seolah tak merasa sakit sama sekali. Ternyata dia asyik bermain game saat dikh

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sri Rahayu Mulya Naziarto saat proses khitanan Azka (5) di aula Sekretariat DWP Bangka Belitung, Rabu (2/12/2020) 

BANGKAPOS. COM , BANGKA -- Terdengar suara jerit dan tangisan beberapa anak saat proses khitanan massal di aula Sekretariat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Bangka Belitung, Rabu (2/12/2020).

Sementara, sebagian anak yang telah terdaftar, tampak duduk menunggu giliran dengan wajah tegang seolah ketakutan.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sri Rahayu Mulya Naziarto dengan sigap berusaha menenangkan anak-anak yang menunggu giliran ini.

Seolah menjadi guru TK dadakan, mengajak anak-anak ini bernyanyi dan bermain permainan kecil agar mereka tak tegang.

Namun, dibalik banyak anak yang tegang dan ketakutan. Di tengah ruang aula ada satu anak mengenakan baju koko merah tidak berteriak sama sekali seperti anak lainnya, saat proses khitanan berlangsung.

Pasalnya, Azka (5) dengan tenang sedang fokus dengan gawai (gadget) miliknya dan seolah tak merasa sakit sama sekali. Ternyata dia asyik bermain game saat dikhitan.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sri Rahayu Mulya Naziarto saat proses khitanan Azka (5) di aula Sekretariat DWP Bangka Belitung, Rabu (2/12/2020)
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sri Rahayu Mulya Naziarto saat proses khitanan Azka (5) di aula Sekretariat DWP Bangka Belitung, Rabu (2/12/2020) (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-21 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan khitanan masal yang diikuti oleh 109 anak-anak.

Dengan rincian 40 anak dari keluarga lingkungan ASN dan 69 anak dari masyarakat umum atau keluarga yang tidak mampu.

"Alhamdulillah, kita melaksanakan khitanan masal dalam rangkaian HUT Ke-21 DWP, target awal kami 100 anak tetapi antusias luar biasa jadi 109 anak, ini pun masih ada yang daftar tapi kami tahan dulu karena melihat kesiapan tim dokter," ungkap Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sri Rahayu Mulya Naziarto.

Khitanan massal yang dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah ini berkerjasama dengan tim medis sebanyak 25 orang (10 dokter) dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Soekarno Provinsi Bangka Belitung.

"Sesuai dengan agama Islam, bahwa khitanan itu wajib bagi anak lelaki, jadi kita ingin memberikan kesejahteraan kepada orangtua, salah satunya kesejahteraan untuk anak berupa dikhitan, kita memenuhi kewajiban umat mulim untuk dikhitan dan kesehatan anak laki-laki," jelas Sri Rahayu.

Anak-anak yang telah dikhitanan masal ini juga mendapatkan sarung, kopiah, totebag dan uang santunan.

Selain itu, dalam menyambut HUT Ke-21 DWP ini ada beberapa rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan pada bulan November 2020 kemarin seperti sosialisasi parenting, dan bakti sosial atau kunjungan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

( Bangkapos.com / Cici Nasya Nita )

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved