Breaking News:

Bangka Barat Election

UMKM Jadi Perhatian H Badri Syamsu Pulihkan Ekonomi

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sekaligus Calon Wakil Bupati Kabupaten Bangka Barat, H Badri Syamsu bakal fokus memperbaiki kondisi

Editor: Fery Laskari
ist
UMKM Jadi Perhatian H Badri Syamsu Pulihkan Ekonomi 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sekaligus Calon Wakil Bupati Kabupaten Bangka Barat, H Badri Syamsu bakal fokus memperbaiki kondisi ekonomi yang tengah terpukul Pandemi Virus Corona. Perhatiannya tertuju pada sektor ekonomi kerakyatan seperti sektor usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM serta menjaga stabilitas harga komoditas pertanian.

Badri mengatakan, untuk menggeliatkan kembali sektor UMKM upaya pertama yang dilakukan yakni dengan cara menjaga daya beli masyarakat. Upaya ini dilakukan dengan cara memberikan bantuan sosial (Bansos) dengan tepat sasaran.

"Selama ini UMKM banyak menyerap tenaga kerja, perlu menjadi perhatian serius pemerintah agar bisa bertahan," kata Badri, Rabu (2/12/2020).

Menurut dia, selama ini UMKM mampu menyelamatkan ekonomi nasional ketika terjadinya krisis lantaran tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi. Sedangkan untuk sektor industri padat karya, saat ini kondisinya belum dapat diharapkan menyerap tenaga kerja.

Di sektor pertanian dan perkebunan, Badri menjelaskan pihaknya akan berusaha menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) sawit sebagai salah satu komoditas andalan. Terlebih lagi, saat ini ada investasi untuk membangun pabrik crude palm oil (CPO) berskala internasional yang akan memproduksi refinery minyak goreng dengan total investasi lebih kurang Rp1 triliun. 

"Proyek itu tinggal pelaksanaannya saja, dengan begitu kita bisa menjaga stabilitas harga sawit," kata dia.

Sementara itu, Calon Bupati Kabupaten Bangka Barat, Markus yang menjadi pasangannya dalam Pilkada tahun ini berupaya untuk menggaet investor menanamkan modalnya. Setelah mampu mendatangkan investasi senilai Rp 2 triliun di tahun ini, ia tengah menjajaki 14 perusahaan potensial untuk membiayai budidaya tambak udang.

Dengan wilayah geografis di Kabupaten Bangka Barat yang memiliki garis pantai panjang, potensi budidaya udang sangat besar. Ini harus dimanfaatkan pemerintah untuk menggeliatkan kembali ekonomi.

"Pasca tambang, pemerintah melihat salah satu sektor yang bisa membantu menciptakan banyak lapangan pekerjaan adalah tambak udang," ujar Markus.

Langkah tersebut juga bertujuan agar dapat mencapai target Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan ekspor udang hingga 250 persen di tahun 2024.

Adapun data United Nations Comtrade menunjukkan rata-rata nilai ekspor udang dengan kode HS 0306 pada 2015-2018 sebesar -2,19 persen. Pada tahun lalu, nilai ekspor udang menurun 6,84 persen dari US$ 1,69 juta atau setara Rp24,8 triliun pada 2017 menjadi US$ 1,57 juta atau setara Rp23,1 triliun.

Sementara volume ekspor udang justru mengalami kenaikan dengan rata-rata pertumbuhan 2015-2018 sebesar 1,91 persen. Tren ekspor udang mengalami peningkatan sejak 2016. Tercatat pada 2018 volume ekspor udang naik 2,18 persen dari 169,2 ribu ton pada 2017 menjadi 172,9 ribu ton.

"Jadi potensi ini sangat besar untuk bisa dikembangkan. Terlebih lagi, wilayah di Bangka Barat sangat cocok untuk budidaya tambak udang," kata dia.

Sebagai informasi, pada Pilkada Kabupaten Bangka Barat tahun 2020 PDI Perjuangan mengusung calon bupati dan wakil bupati Markus dan H Badri Syamsu yang merupakan petahana.

Mereka mendapatkan dukungan dari enam partai koalisi yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gelora Indonesia, Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Hati Nurani Rakyat (Hanura).(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved