Breaking News:

Penanganan Covid 19

Waspada di Warung Kopi Paling Besar Resiko Tertular Covid-19, Banyak OTG, Patuhi Prokes Ingat 3 M

dr Masagus M Hakim (MH) menyebutkan, warung kopi merupakan tempat paling besar resiko untuk terpapar covid-19.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim (MH) menyebutkan, warung kopi merupakan tempat paling besar resiko untuk terpapar covid-19.

Di mana menurutnya, orang bebas melepas masker dan berinteraksi dengan orang banyak.

"Coba nanti kapan-kapan kita tes, saya lagi atur itu bagaimana, kalau yang nongkrong diwarung kopi itu kita swab langsung, saya yakin akan banyak ditemukan OTG (orang tanpa gejala-red) yang berkeliaran nantinya," ungkap Hakim kepada Bangkapos.com, Rabu (3/12/2020)

Dia menyebutkan, saat ini tidak bisa hanya menyalahkan orang dari luar daerah saja, tapi kasus transmisi lokal berstatus OTG berkeliaran di mana-mana harus lebih diwaspadai.

"Jadi sekarang tidak bisa hanya menyalahkan orang dari luar daerah saja, kenapa ditemukan banyak dari yang dinas luar karena dia melakukan rapid tes jadi ditemukan di positif, makanya rapidbtes itu merupakam screaning," jelasnya.

Baca juga: Waspada Libur Akhir Tahun Picu Lonjakan Covid-19, Gubernur Bangka Belitung Ingatkan Satu Hal Ini

Baca juga: Update Covid-19 di Babel, Jumlah Warga Meninggal Bertambah hingga Tambahan 34 Kasus Positif Baru

Baca juga: Libur Akhir Tahun, Kepala Daerah Diminta Siapkan Layanan Kesehatan dan Terapkan Aturan Covid-19

Menurut Hakim semestinya masyarakat lebih khawatir dengan orang-orang yang belum pernah melaksanakan tes, sebab yang melakukan perjalanan akan lebih safety menjaga diri agar tidak terpapar.

"Orang dinas luar sudah dites dan ada yang kedapetan mereka positif, bahkan saat melakukan perjalanan mereka lebih safety, handsanitizer lengkap, semprot sana sini, tapi coba kalau orang di pasar buka masker santai, di warung kopi buka masker tidak ada hand sanitizer," ungkap Hakim.

Dia mengimbau, agar masyarakat tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan itu intinya.

"Karena kalaupun dia sudah positif tapi kita pakai masker yang baik dan teratur pasti tidak akan terpapar, jadi masker itu yang sangat penting dan kuncinya disitu," sebutnya

Menurutnya, jangan takut dengan orang yang sudah positif covid-19 tapi takutlah dengan orang yang belum diperiksa.

"Takutlah sama orang yang belum diperiksa karena kita belum tau hasilnya seperti apa, kalau kita sama orang yang belum diperksa pasti buka masker merasa aman-aman saja, tapi coba kalau sama orang yang positif pasti takut tidak berani buka masker, terbalik harusnya, yang harus kita waspadai orang yang belum pernah diperiksa itu," tegasnya

Kata Hakim, sudah terjadi perputaran masyarakat hingga kerap kali ditemukan kasus baru, apalagi Pangkalpinang menjadi jalur lintasan kesetiap Kabupaten di Bangka Belitung.

"Kasus positif kita juga kadang gara-gara orang lewat, jadi akhirnya banyak yang mau ke Bangka Tengah lewat Pangkalpinang. Ketemu di pasar, ketemu di mall, semuanya sudah merasa aman-aman saja, padahal kita tidak tahu dia positif atau tidak karena belum diperiksa," ucap Hakim.

Bangkapos.com /  Andini Dwi Hasanah )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved