Breaking News:

Berita Sungailiat

LBH KUBI Siap Bantu 6 Terdakwa Warga Kenanga, Mantan Anggota KPK Siap Datang ke Bangka

Zaidan mengatakan melalui sidang pengadilan nanti akan melihat bagaimana konsistensi Jaksa Penuntut Umum terhadap dakwaan

Penulis: edwardi | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Edwardi
Aktivis LBH KUBI Sadikin dan Dede bersama PH terdakwa 6 warga Kenanga, Zaidan di Pengadilan Negeri Sungailiat. 

" Kita juga dapat kabar baik teman-teman dari Kementerian Lingkungan Hidup juga sudah menyodorkan kuasa hukumnya untuk membantu dan hari ini Alhamdulillah mantan anggota KPK RI , Laode M Syarief akan membantu prosesnya," ujar Dede.

Diakuinya ada beberapa strategi yang akan dilakukan untuk memberikan bantuan hukum kepada para terdakwa ini dan hal ini sudah kami sampaikan kepada PH para terdakwa pak Zaidan .

" Intinya kami merasa cukup prihatin melihat adanya kriminalisasi terhadap para terdakwa ini, juga beberapa  instansi  sudah turun seperti DKP, Gakkum KLHK RI dan lainnya. Bagi kami yang terpenting bagaimana memperjuangkan keadilan bagi para warga pejuang lingkungan dan kami siap mensupport sampai kapanpun," tegas Dede.

Dede berharap masyarakat jangan berhenti untuk berjuang apabila memang ada hal-hal yang memang tidak sesuai dengan prosedur.

"Masyarakat juga berhak mendapatkan kehidupan yang layak sesuai dengan aturan undang-undang. Kita saat ini sudah memiliki Undang-undang lingkungan yang sudah berjalan, jadi kita harus berdiri setara dalam berjuang dan jangan berhenti dalam perjuangannya," tukas Dede. 

Sebelumnya Jaksa Penuntut  Umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka  melimpahkan berkas perkara enam orang (mantan RT) warga Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka kepada Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Senin (30/11/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka, Farid Gunawan mengatakan pasal yang menjerat keenam tersangka, yakni pasal 228 dan pasal 263 KUHP. 

"Hari ini sudah dilimpah ke Pengadilan Negeri Sungailiat)" kata Farid.

Terkait rumor yang beredar, bahwa perkara tersebut diduga sarat kriminalisasi, Farid menegaskan perkara itu murni pidana. 

"Tidak ada kriminalisasi. Dari berkas perkara, tergambar perbuatan pidana," jelasnya. 

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved