Breaking News:

Terungkap Ini Alasan Kenapa Ngabalin Tidak Ditangkap KPK, Padahal Satu Rombongan Dengan Edhy Prabowo

Terungkap Ini Alasan Kenapa Ngabalin Tidak Ditangkap KPK, Padahal Satu Rombongan Dengan Edhy Prabowo

Facebook/Trans7
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menangis ketika menjelaskan proses penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), dalam acara Mata Najwa, Rabu (25/11/2020). 

BANGKAPOS.COM- Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan membeberkan alasan tidak ikut mengamankan Ali Mochtar Ngabalin, saat dilakukan penangkapan terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Padahal saat itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin satu rombongan dengan Edhy Prabowo yang pulang dari kunjungan di Amerika Serikat.

Penjelasan disampaikan Novel menjawab pertanyaan presenter senior, Karni Ilyas.

"Kenapa Ngabalin bisa lolos? Padahal ada dalam rombongan. Kalaupun dikeluarkan kena dulu harusnya kan," tanya Karni sebagaiamana dikutip dari akun Youtube Karni Ilyas Club, Senin (30/11/2020).

Menjawab hal itu, Novel mengatakan Ngabalin tidak ikut ditangkap karena dia bukan orang yang diduga sebagai pelaku.

Ngabalin, lanjut Novel, juga bukan orang yang perlu ditangkap untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Novel memastikan tidak ditangkapkapnya Ngabalin bukan karena ia merupakan seorang pejabat.

"Memang setiap proses upaya penangkapan atau tertangkap tangan, yang akan diamankan atau diperiksa, dilakukan penangkapan dalam hal OTT itu adalah orang yang diduga sebagai pelaku dengan syarat-syarat tertentu, orang yang diperlukan keterangannya sebagai saksi untuk menjelaskan peristiwa , hal hal itu pak Karni. Selain itu (terduga pelaku dan saksi,-Red) tentu tidak (ditangkap). Siapapun dia, bukan karena dia pejabat, bukan. Namun memang karena kepentingan diperlukan apa tidak," jelas Novel.

Lebih jauh, Novel juga menjawab sejumlah pertanyaan dari Karni Ilyas terkait penangkapan KPK terhadap Edhy Prabowo.

Di antaranya, Novel menjawab tentang keberhasilan OTT KPK setelah sekian lama tidak ada OTT pasca- KPK dengan undang-undang baru.

Halaman
123
Editor: M Zulkodri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved