Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Mengerikan,177 Penderita HIV/AIDS Ada di Bangka Belitung, Begini Gejala Awalnya 

Hari AIDS Sedunia diperingati setiap 1 Desember sebagai bentuk peringatan berbahayanya, penyakit menular dan belum ada obatnya

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hari AIDS Sedunia diperingati setiap 1 Desember sebagai bentuk peringatan berbahayanya, penyakit menular dan belum ada obatnya.

Di tengah Pandemi Covid-19, keberadaan penyakit AIDS seperti terlupakan yang kenyataannya masih ada di sekitar kita.

AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus HIV dan penularannya dapat melalui hubungan seks dan transfusi darah.

Pengelola program HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Lely Oktasistika, mengatakan, hingga triwulan tiga, September 2020, jumlah kasus HIV-AIDS di Babel berjumlah 177 kasus positif.

"Kalau tahun ini saja hingga September 2020 sebanyak 177 kasus positif HIV/AIDS se Babel. Sementara untuk yang minum obat ARV se Babel sebanyak 806, mereka yang positif HIV/AIDS ini mengambil obatnya ke pusat pelayanan di rumah sakit,"jelas Lely kepada Bangkapos.com, Jumat (4/12/2020) didampingi Kadis Kesehatan Babel Mulyono.

Dia menjelaskan terkait kasus dua tahun terakhir di Babel tidak terjadi peningkatan kasus yang signifikan. Namun masih berjumlah ratusan kasus HIV/AIDS setiap tahunya.

"Tahun kemarin 2019 sebanyak 250 kasus dan 2018 sebanyak 205 kasus, kalau kita menemukan kasus positif HIV/AIDS kita inisiasi dengan memberikan obat ARV. Tujuanya menurunkan virusnya untuk menularkan, dengan minum obat seumur hidup, agar imun tubuhnya meningkat,"jelasnya.

Dia menambahkan untuk jumlah kasus penderita HIV/AIDS meningal dunia pada 2020 ini telah mencapai 4 orang dan dinas kesehatan pun terus memberikan pelayanan terhadap penderita HIV/AIDS  ketika ingin memeriksakan diri.

"Mereka metika datang ingin tes ke layanan karena misalnya ada beresiko, oh aku beresiko mereka melakukan tes ke layanan kesehatan. Misalnya ada pasangan yang positif juga dilakukan tes ke anak-anaknya jadi takutnya tertular dari orang tuanya,"katanya.

Lely menjelaskan penularan HIV/AIDS bisa melalui beberapa cara seperti dari hubungan seksual, donor darah, ibu hamil menular ke anak, dan pemakaian jarum suntik tidak steril.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved