Breaking News:

Pengakuan Edhy Prabowo Soal 8 Sepeda yang Disita KPK dari Rumah Dinas

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo angkat bicara soal delapan unit sepeda yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari rumdin.

Tangkapan laayar kompas.tv/YouTube
Pengakuan Edhy Prabowo Soal 8 Sepeda yang Disita KPK dari Rumah Dinas- Penampakan deretan sepeda di rumah dinas yang pernah ditempati Edhy Prabowo saat masih menjabat Menteri KKP. 

BANGKAPOS.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo angkat bicara soal delapan unit sepeda yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah dinasnya Rabu (2/12/2020) lalu.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, delapan sepeda yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi saat menggeledah rumah dinasnya tidak berkaitan dengan kasus dugaan suap yang menjeratnya.

"Saya beli sepeda waktu di Amerika. Ya, maksud Anda kan sepeda yang di rumah saya. Yang disita sama penyidik. Tidak ada hubungannya (dengan kasus)," kata Edhy di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (3/12/2020), dikutip dari Tribunnews.com.

Kemarin, Edhy diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito dalam kasus dugaan suap terkait izin ekspor bibit lobster.

Edhy mengatakan, dalam pemeriksaan itu, ia ditanya soal barang-barang mewah yang ia beli di sela-sela kunjungannya di Honolulu, Amerika Serikat.

Barang-barang mewah yang dibelinya itu antara lain jam tangan merek Rolex, tas tangan Chanel, serta koper dan dompet merek Louis Vuitton.

Barang-barang itu kemudian disita KPK sebagai barang bukti saat menangkap Edhy dalam operasi tangkap tangan, Rabu (25/11/2020).

"Saya dikonfrontasi dengan bukti-bukti, itu saya akui semuanya. Barang-barang yang saya belanja di Amerika. Baju, apa, semuanya," ujar Edhy.

Dalam penggeledahan di rumah dinas Edhy di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Rabu (2/12/2020), KPK mengamankan 8 unit sepeda.

"Pada penggeledahan tersebut ditemukan dan diamankan antara lain sejumlah dokumen terkait perkara ini, barang bukti elektronik dan 8 unit sepeda yang pembeliannya diduga berasal dari penerimaan uang suap," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (3/12/2020).

Halaman
12
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved