Breaking News:

WIKI BANGKA

Pertahankan Bahan Alami, Ini Rahasia Es Campur Awong Tetap Eksis Selama 24 Tahun

Tangan Ako Awong dengan cekatan menghancurkan es batu beralaskan baskom berwarna hijau.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Es Campur Ako Awong 

BANGKAPOS.COM , BANGKA --  Tangan Ako Awong dengan cekatan menghancurkan es batu beralaskan baskom berwarna hijau.

Kemudian menghaluskan es batu dengan mesin serut, mengisi diwadah gelas dan mencampurkan dengan kacang merah, jelly dan susu kental manis.

Rasa es campur Ako Awong tak perlu diragukan, tentu saja manis dan segar, sangat cocok dinikmati ketika cuaca panas.

Warung Es Awong ini berada di Jalan Kerisi, Lontong Pancur, Pangkalbalam.

Bisa dikatakan Ako Awong ini merupakan satu diantara penjual es yang legendaris.

Pasalnya sudah berdiri sejak tahun 1996 silam, sudah banyak pelanggan dan diketahui masyarakat sekitar.

Ako Awong saat sedang meracik es campur
Ako Awong saat sedang meracik es campur (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Eksistensi Es Campur Awong ini tentu ada hal yang mendasarinya, sehingga masih tetap bertahan walaupun jaman terus berkembang.

Ternyata, rahasianya tak lain karena tetap menjaga cita rasa es campur ini, tanpa menggunakan pengawet dan pemanis buatan misalnya.

"Kita menggunakan bahan alami dari dulu sampai sekarang, tidak menggunakan bahan pengawet dan pemanis buatan. Bahkan batu es kita bikin sendiri dari air yang sudah masak. Hal ini untuk menjaga cita rasa agar tetap segar dan sehat," ungkap Awong, Sabtu (5/12/2020) kepada Bangkapos.com.

Diakuinya, es campurnya ini ditanggapi baik oleh masyarakat dari dulu.

"Masyarakat sudah banyak tahu, mungkin dari dulu pelanggan masih kecil sekarang sudah besar, masih ada yang sering beli ke sini. Apalagi yang daerah Selindung dan sekitarnya pasti sudah tau kalau es campur ini," kata Ako Awong.

Es Campur Ako Awong
Es Campur Ako Awong (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Dari usaha yang digeluti selama 24 tahun inilah, Ako Awong menghidupi keluarganya.

"Iya dari usaha ini, anak-anak saya kalau sekarang sudah kerja di Jakarta," tutur Ako Awong.

Memang selain berjualan Es Campur, di warung miliknya ini menjual berbagai makanan lainnya seperti kue ringan, roti dan mie instant.

Es campur yang dibanderol dengan harga Rp 7.000 bisa terjual hampir puluhan dan ratusan gelas tiap harinya.

(  Bangkapos.com / Cici Nasya Nita )

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved