Breaking News:

Berita Bangka Barat

Warga Binaan, Orang Sakit, hingga Pasien Karantina Punya Hak Pilih

Henny Afriani, mengatakan pihaknya telah menetapkan DPT sebanyak 134.414 pemilih.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: khamelia
Ist/KPU Bangka Barat
Rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat Kabupaten Bangka Barat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020, di Kantor KPU Bangka Barat, Jumat (16/10/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - KPU Kabupaten Bangka Barat menetapkan tiga kategori pemilih Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat tahun 2020 mendatang.

Komisioner Divisi Perencana, Data dan Informasi KPU Bangka Barat,  Henny Afriani, mengatakan pihaknya telah menetapkan DPT sebanyak 134.414 pemilih.

" Bawasannya Kategori  pemilih itu ada tiga kategori. Diawal kita sudah tetapkan bahwa pemilih yang masuk ketegori terdaftar dalam pemilih tetap DPT itu sejumlah 134.414. pemilih. Di luar kategori yang pemilih masuk kriteria DPT ada pemilih yang kategori  mengalami pindah memilih karena beberapa kriteria, itu kategori DPPH,l," ujar Henny, Sabtu (5/12/2020) sore tadi

Saat ini kata Henny, pihaknya tengah merekapitulasi pemilih yang melakukan pindah memilih. Sebab nantinya mereka menggunakan form atau surat keterangan pindah memilih yakni A5.

Dari  beberapa pemilih yang melakukan pindah memilih diantaranya warga binaan Lapas, rumah sakit, pusat pelayanan kesehatan yang memang mengadakan rawat inap.

" Tadi juga kami berkoordinasi dengan satuan untuk satgas Covid untuk terkait pendataan berapa banyak pemilih yang ada di balai karantina atau diisolasi tempat pasien yang terpapar covid. Tindak lanjut dari kami KPU akan menerbitkan A5, bahwasanya mereka masih punya hak pilih dengan menggunakan A5 ini di tempat yang mereka saat ini, apakah tahanan lapas, apakah rumah sakit, Puskesmas ataupun tadi di balai karantina Covid," bebernya.

Kriteria yang kedua lanjut Henny Daftar Pemilih Pindahan (DPPH)  dan yang ketiga kriteria pemilih yang menggunakan KTP elektronik yang datang pada saat hari H di pukul  12.00 WIB  sampai 13.00 WIB siang termasuk  kriteria memilih DPTB daftar pemilih tambahan.

Untuk DPPH, bisa terakomodir dengan ketentuan mereka yang terdaftar dalam DPT maupun DPTB.  sementara pemilih yang terdaftar masuk kategori DPTB adalah pemilih yang tidak terdaftar baik di DPT maupun di DPPH.

"Jadi  ada beberapa pemilih di Lapas yang bisa kita akomodir untuk A5 dan ada yang tidak bisa kita akomodir karena apa mereka belum terdaftar di DPT dan DPPH. Jadi pemilih dengan kriteria DPTB baik itu di rumah sakit, di Lapas maupun yang di Balai Karantina Covid, ini mereka tetap seperti regulasi menyesuaikan dengan alamat KTP sesuai dengan domisili mereka.

" Setidaknya pihak KPU akan menerbitkan A5 sampai saat ini berdasarkan alamat KTP asal dan ditujukan di TPS tujuan yakni yang tertera di A5. Kami dari data fokus untuk penerbitan A5 surat keterangan pindah memilih pemilih yang akan melakukan pindah memilih," tambahnya.

(Bangkapos/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved