Breaking News:

Bangka Selatan Election

Cegah TPS Jadi Cluster Covid-19, Wabup Basel Imbau Warga Disiplin Terapkan Prokes

Wakil Bupati Kabupaten Bangka Selatan, H Riza Herdavid mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 4 M guna mencegah penyebaran

ist
H Riza Herdavid - Wakil Bupati Kabupaten Bangka Selatan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wakil Bupati Kabupaten Bangka Selatan, H Riza Herdavid mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran pandemi virus corona di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hal ini harus diterapkan agar TPS tak menjadi cluster baru penyebaran virus.

Riza mengatakan protokol kesehatan yang wajib dijalankan setiap pemilih yakni menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari jabat tangan dan menghindari kerumunan.

Upaya ini pun telah sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan agar angka penyebaran viris tak bertambah.

"Saya mengajak masyarakat Bangka Selatan untuk datang ke TPS dan gunakan hak pilih dengan mengingat selalu protokol kesehatan yang wajib dipatuhi yakni pakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, dan mengindari kerumunan. Kita harus sama-sama menjaga dan mencegah tidak terjadinya penularan Covid-19 di TPS sebagai cluster baru," kata Riza, Senin (7/12/2020).

Menurut dia, selama ini masyarakat masih belum menjalankan protokol kesehatan dengan baik sehingga angka penyebaran virus di Indonesia masih tinggi.

Tercatat, hingga Minggu (6/12/2020) akumulasi kasus positif secara nasional mencapai 575.796 orang. Di hari itu, penambahan angka positif bahkan mencapai 6.089.

Pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 4.322 orang, sehingga total menjadi 474.771 orang.

Sementara pasien Covid-19 yang meninggal dunia bertambah 151 orang, sehingga keseluruhan menjadi 17.740 orang.

"Apabila protokol kesehatan bisa diterapkan dengan baik kami yakin pemilihan kepala daerah tak menyebabkan meningkatnya jumlah kasus Covid-19," kata dia.

Lebih lanjut, Riza menjelaskan ke depan upaya untuk menekan penyebaran virus akan terus dilakukan secara masif.

Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat khususnya di desa-desa akan lebih digencarkan.

Pasalnya, pandemi virus corona yang telah terjadi sejak bulan Maret 2019 ini telah melumpuhkan ekonomi baik secara nasional maupun di daerah-daerah. "Ini akan menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.

Jika masalah kesehatan mampu ditangani dengan baik maka ekonomi akan kembali bergerak," pungkasnya. (*)

Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved