Breaking News:

Lima Mitos Keliru Mengenai Depresi yang Sering Terdengar

Dokter biasanya meresepkan antidepresan untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang disebabkan oleh kelainan biologis.

Editor: suhendri
TRIBUN MANADO/ALEXANDER PATTYRANIE
Ilustrasi depresi 

BANGKAPOS.COM - Tidak sedikit orang yang tak menyadari pentingnya masalah kesehatan mental, dan bagaimana cara mengatasinya.

Belum lagi, kurangnya dukungan untuk penderita gangguan mental, yang ditambah dengan stigma negatif, sering membuat penderitanya enggan mencari solusi atas kondisi mereka.

Selain itu, ada banyak mitos keliru yang beredar di masyarakat yang makin memperparah kondisi para penderita gangguan mental tersebut.

Laman Standard menguraikan lima mitos keliru tentang depresi, yang sering beredar dan terdengar.

1. Depresi bukan penyakit nyata

Meskipun telah tersedia pengobatan depresi yang bervariasi, hal ini masih belum tergolong sebagai kondisi medis yang serius.

Sebab, berdasarkan laporan Badan Layanan Kesehatan Inggris (NHS), banyak orang berpikir depresi adalah hal sepele, dan bukan kondisi kesehatan yang sebenarnya.

Tentu saja, ini merupakan pemikiran yang keliru.

Depresi termasuk penyakit yang nyata dengan gejala yang benar-benar ada.

Mayo Clinic menyatakan orang dengan depresi sebenarnya memiliki neurotransmitter dan ketidakseimbangan hormon di otak mereka yang menentukan kondisi mereka.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved