Sabtu, 9 Mei 2026

Pulau Anggrek Elsye Lestari Babel Resmi Jadi Destinasi Wisata Flora dan Fauna

Tidak lupa Gubernur Erzaldi meminta untuk penambahan perahu dan pelampung demi keselamatan masyarakat yang berkunjung ke Pulau Anggrek

Tayang:
Diskominfo Babel
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat meresmikan Pulau Anggrek yang diberi nama Elsye Lestari 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Dalam rangka peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tahun 2020, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman meresmikan Pulau Anggrek yang diberi nama Elsye Lestari. Pada kawasan tersebut, terdapat 143 spesies jenis anggrek, dengan 76 anggrek yang sudah teridentifikasi, dan tiga jenis di antaranya merupakan jenis tanaman anggrek yang dilindungi. 

Pulau Anggrek Lestari sudah dipersiapkan dan digarap sebagai bentuk perhatian khusus Pemprov. Babel yang bermula dari kerusakan yang diakibatkan oleh kebakaran hutan.

“Jadi kita memberikan perhatian khusus agar tetap lestari. Kemudian kita mengusulkan daerah ini menjadi kawasan konservasi, khususnya untuk anggrek,” ujar Gubernur Erzaldi setelah meresmikan Pulau Anggrek Elsye Lestari, Senin, (7/12/2020).

Anggrek-anggrek di kawasan tersebut dapat menjadi pemicu dan magnet bagi para pencinta tanaman anggrek.  Erzaldi juga mengatakan bahwa, kawasan Sungai Upang, Desa Tanah Bawah merupakan lokasi anggrek yang luas dan natural. 

Untuk mengelola kawasan tersebut, Erzaldi meminta agar Yayasan Bangka Flora Society bekerja sama dengan desa sekaligus membuat peraturan desa sehingga, pengunjung kawasan Pulau Anggrek dapat terukur dan juga berkontribusi dalam bentuk retribusi untuk pemeliharaan lokasi.

Karena itu, Pemprov Babel akan segera berkoordinasi bersama Pemkab Bangka agar segera mengusulkan dan mengeluarkan surat keterangan (SK) konservasi.

Di samping untuk melestarikan kawasan tersebut sebagai lokasi konservasi, kawasan tersebut juga akan dipersiapkan untuk dijadikan daerah wisata flora dan fauna.

“Karena flora dan fauna yang ada di sini sangat banyak sekali. Alhamdulillah tadi sudah dibuat suatu kesepakatan, pak wabup juga akan segera mengusulkan kepada kami untuk segera dikeluarkan SK konservasinya,” katanya.

Disampaikan Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, bahwa di lokasi Sungai Upang tersebut juga terdapat banyak satwa seperti udang satang, burung-burung dan juga buaya. Namun tidak hanya itu, satwa yang mulai langka seperti pesut air tawar dan ikan tapah juga ada.

Sementara itu, tidak lupa Erzaldi meminta untuk penambahan perahu dan pelampung demi keselamatan masyarakat yang berkunjung ke Pulau Anggrek Elsye Lestari.(*)

Penulis: Khalimo
Foto: Saktio
Editor : Listya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved