Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ramai di Medsos Diduga Pasir Bangka Belitung Dijual ke PIK, Begini Kata Amir Syahbana

Ramai di media sosial (Medsos) soal pasir dari Bangka Belitung yang dijual ke pengusaha perumahan di kawasan Jakarta Utara

bangkapos.com
Ilustrasi: Pengerukan Pasir Muara Airkantung Jelitik Sungailiat Bangka. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Ramai di media sosial (Medsos) soal pasir dari Bangka Belitung yang dijual ke pengusaha perumahan di kawasan Jakarta Utara.

Mantan Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta, Marco Kusumawijaya yang melemparkan kondisi itu ke tengah publik di akun Twitter @mkusumawijaya.

Dia menyebutkan, pasir putih sepanjang 4 Km di Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara tersebut berasal dari Bangka Belitung (Babel).

Menyikapi hal itu, Plt Kepala Dinas Energi Sumberdaya dan Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Amir Syahbana mengatakan, berdasarkan data Dinas ESDM Babel tidak ada pembeli pasir dari Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta.

"Berdasarkan SKP (surat keterangan produksi -red) tidak ada pembeli bernama Pantai Indah Kapuk. Boleh jadi PIK itu, pengguna dan yang mengerjakannya itu kontraktor, pembeli boleh saja kontraktor," ujar Amir saat ditemui Bangkapos.com, Senin (7/12/2020).

Menurutnya, bisa saja PIK tidak langsung membeli pasir di Bangka Belitung, tetapi menggunakan pedagang perantara, misalnya kontraktor yang membeli pasir tersebut di daerah ini.

Disingung tentang legalitas pasir tersebut, Amir menyarankan untuk jangan terlalu cepat menyimpulkan legal atau ilegal.

"Jangan terlalu dini, bila ada pasir yang diklaim oleh sektor pengembang dari Kepulauan Bangka Belitung, ya memang kita produsen pasir, faktanya begitu. Memang di Jakarta (pasir -red) menjadi sumber untuk bahan baku kontruksi," kata Amir.

"Proses bisnisnya begini, kebanyakan produsen atau pemegang IUP tidak langsung jual ke user (pengguna), di Jakarta itu ada pedagang perantara, boleh jadi beli di situ," tambahnya.

Yang jelas kata Amir, ada sekitar 6 perusahan di Pulau Bangka yang terdata dan memilki izin untuk melakukan penjualan pasir dikarenakan memiliki IUP Operasi Produksi.

Adapun jenis pasir yang dipaparkan tersebut adalah jenis kuarsa yang biasa digunakan untuk bahan kontruksi dan disesuaikan pada kualitas.

"Secara normatif, secara hukum, Pemprov berkewajiban menentukan harga patokan mineral, harga patokan inilah yang dipakai untuk menentukan nilai pajaknya. Masing-masing kabupaten punya formula sendiri terkait tarif pajak, sekian persen dari harga jual," kata Amir. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved