Breaking News:

Sosok Marco Kusumawijaya, Pria Kelahiran Pangkalpinang Eks TGUPP yang Soroti Pasir Bangka Belitung

Sosok Marco Kusumawijaya, Pria Kelahiran Pangkalpinang Eks TGUPP yang Soroti Pasir Bangka Belitung

KOMPAS.com/JESSI CARINA
Sosok Marco Kusumawijaya, Pria Kelahiran Pangkalpinang Eks TGUPP yang Soroti Pasir Bangka Belitung- Marco Kusumawijaya di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (26/6/2018). 

BANGKAPOS.COM - Siapa sebenarnya Marco Kusumawijaya, yang beberapa waktu lalu menyoroti rencana Pantai Indah Kapuk 2 yang akan membuat pantai buatan menggunakan pasir putih dari Bangka Belitung?

Nama Marco Kusumawijaya jadi pemberitaan setelah dia menyoroti hal tersebut.

Hal ini bermula dari Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 yang mengumumkan akan membangun pantai buatan dengan pasir putih di penjaringan, Jakarta Utara.

Dalam pengumuman tersebut, mereka menyebut pasir putih buatan PIK 2 sepanjang 4 kilometer berasal dari Bangka Belitung.

Kabar PIK yang akan membangun pantai buatan mengunakan pasir putih dari Bangka Belitung ini disorot Marco Kusumawijaya.

Dalam cuitan twitternya, mantan anggota tim gubernur untuk percepatan pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta ini tak sungkan menyebut PIK 2 'Bajingan'

"Bajingan banget proyek ini! Merusak Pulau Bangka, dg bangga dijadikan bahan jualan pula! Ambil pasir putih dari Bangka buat pantai di PIK2 Jakarta," dikutip bangkapos.com dari cuitan akun Twitter @mkusumawijaya pada Sabtu 5 Desember 2020.

Cuitan Marco soal Pasir Putih Bangka yang akan digunakan membangun pantai buatan Pantai Indah Kapuk 2
Cuitan Marco soal Pasir Putih Bangka yang akan digunakan membangun pantai buatan Pantai Indah Kapuk 2 (Twitter @Marco Stays Home #SocialDistancing)

Tidak sampai disitu saja, Marco juga menyinggung para bupati yang memberi izin kepada pihak developer PIK2 untuk mengambil pasir putih dari Bangka Belitung.

"Bupati2 yg kasih ijin ini bego-nya minta ampun: Jadinya orang Jakarta kan gak perlu lagi tamasya ke pantai putih Bangka-Belitung! Mustinya kasih 5 m2 saja, lalu dikasih tanda: Kalau mau lihat asli dan luas, datanglah ke Banga-Belitung!," tulisnya.

Marco juga mencoba menghitung, berapa jumlah pasir yang akan digunakan dengan panjang sejauh 4 Km.

Halaman
1234
Penulis: Dedy Qurniawan (CC)
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved