Breaking News:

Advertorial

Sein Kiri Belok Kanan, Antara Lupa, Lalai, dan Usulan

Saya kok yakin diantara kita yang sering berkendara di jalan raya setiap hari, pasti pernah melihat pengendara sepeda motor menyalakan lampu sein kiri

Editor: nurhayati
ist
R. Priyoko Prayitnoadi, Ph.D Kepala Laboratorium Teknik Mesin Dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung e-mail: priyokoprayitnoadi@gmail.com 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Saya kok yakin diantara kita yang sering berkendara di jalan raya setiap hari, pasti pernah melihat pengendara sepeda motor menyalakan lampu sein kiri tapi kendaraannya berbelok ke kanan, atau pengendara lupa mematikan lampu sein setelah selesai berbelok, atau tidak menyalakan lampu sein saat hendak berbelok. Hal seperti itu membuat pengendara lain dibelakangnya menjadi bingung.

Pemakaian lampu sein yang keliru inilah yang sering berujung pada terjadinya kecelakaan.

Kebanyakan kasus yang terjadi karena tidak memahami arti dari lampu sein itu sebenarnya apa.

Terlebih hal ini sering dikaitkan dengan ibu-ibu yang membawa motor yang dinamai “The Power Of Emak-Emak” dijalanan.

Seolah yang menjadi raja jalanan adalah emak-emak. Aturan penggunaan lampu sein termaktub dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Di pasal 112 ayat 1, diterangkan bahwa setiap pengendara yang akan berbelok atau memutar arah harus memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan.

Di ayat 2, pengendara juga diharuskan memberi isyarat seperti yang dijelaskan di ayat 1 ketika hendak berpindah jalur.

Perihal cara menggunakan sein yang tepat, instruktur Safety Riding PT Astra International TBK-Honda, Irfandy Achmad memberi saran agar pengendara mulai menyalakan lampu sein tiga detik sebelum berbelok ke arah yang dituju.

Hal tersebut bertujuan agar pengendara di belakang kita dapat mengetahui arah mana yang akan dituju dan berhati-hati.

Terkait penggunaan lampu sein yang tepat juga disampaikan di buku pegangan berkendara roda dua yang diterbitkan oleh Department of Motor Vehicle State of California yang menyarankan pengendara menyalakan lampu sein pada jarak sekitar 100 kaki atau sekitar 30 meter sebelum berbelok.

Tujuannya tidak lain untuk memberikan kesempatan pengguna jalan lain menyesuaikan kecepatan atau berpindah lajur.

Dari aspek hukum dan petunjuk teknis sudah tersedia tetapi masih saja terjadi kecelakaan.

Mengutip tulisan Yudistira Perdana Imandiar di https://tirto.id pada Juli 2018 bahwa bila kita melihat di kota besar Ohio Amerika Serikat, 25 persen dari 12 ribu pengemudi mengabaikan lampu sein ketika berbelok pada tahun 2012.

Dari jumlah itu, yang diamati hanya 51 persen menyalakan lampu sein saat berpindah jalur sementara 49 persen lainnya langsung berpindah jalur tanpa menyalakan lampu sein.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved