Berita Sungailiat
Puluhan Rumah Rusak di Kecamatan Pemali dan Riau Silip Diterjang Puting Beliung
Puluhan rumah dikabarkan rusak akibat terjangan angin, Selasa (8/12) malam, di Kecamatan Pemali dan Riau Silip.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bencana angin puting beliung kembali menimpa warga Kabupaten Bangka. Kali ini puluhan rumah dikabarkan rusak akibat terjangan angin, Selasa (8/12) malam, di Kecamatan Pemali dan Riau Silip.
Camat Pemali, Ahmad Suherman kepada Bangka Pos, Rabu (9/12/2020) mengatakan, sebanyak 48 kartu keluarga (KK) terdampak.
"Dusun Penyamun 16 (KK) rumah, Dusun Keceper 4 rumah, Dusun Muntabak 9 rumah. Totalnya 48 rumah," jelasnya.
Suherman menuturkan, bencana terjadi pada Selasa malam, dimana hujan deras yang disertai angin kencang, terjadi di hampir seluruh wilayah Kota Sungailiat.
Menurutnya, bencana terjadi, sekitar pukul 23.00 WIB. Kerusakan kebanyakan terjadi pada atap rumah warga yang terbang diterjang angin.
"Untuk bantuan sembako, dari kecamatan, kita salurkan bantuan sementara 5 kilogram (kg) beras, per KK di sana. Tidak ada korban jiwa, sampai saat ini," ungkapnya.
Sementara itu, dia juga menyampaikan pada Kamis (10/12) esok hari, direncanakan bantuan material dari pemerintah daerah (pemda) akan segera disalurkan.
"Seperti asbes, berdasarkan koordinasi kami dengan dinsos kabupaten, akan disalurkan besok langsung. Seperti asbes dan lain-lain," paparnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar masyarakat yang mendapatkan musibah agar tetap bersabar. Pemerintah daerah dikatakannya tidak akan tinggal diam melihat kejadian ini.
Selain itu, Herman meminta masyarakat lebih bersabar untuk menerima bantuan. Dikarenakan, saat ini aktivitas pemerintahan hari ini tidak berjalan karena diliburkan.
Sementara itu, Camat Riau Silip, Lingga, saat dihubungi mengungkapkan, hingga sekarang pihaknya masih mendata secara keseluruhan kerusakan yang terjadi akibat angin puting beliung, terkait.
Perkiraan sementara, belasan rumah rusak ringan hingga berat, diterjang angin, tadi malam. Namun, untuk memastikannya, ia telah menurunkan para kepala desa (kades) mendata secara keseluruhan kerusakan itu.
"Kalau sampai sekarang belum dapat data pasti. Tapi, dari info yang saya terima, di kerusakan terjadi di beberapa desa. Perkiraan ada 16 belas KK yang rusak parah. Tapi, ini data sementara," tegas Lingga.
Dirinya juga menginstruksikan kepada para kades, agar mengajak warga sekitar bertindak membantu sesama, gotong royong meringankan beban musibah.
"Kita juga bilang ke warga, untuk saling membantu dulu. Untuk bantuan masih kami upayakan, secepatnya," pungkasnya.
(Bangka Pos/Ramandha)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/yryr.jpg)