Breaking News:

Pilkada Bangka Barat

Pilkada Bangka Barat 2020 di Tengah Pandemi, KPU Sebut Partisipasi Pemilih Diatas 70 Persen

Ketua KPU Kabupaten Bangka Barat, Pardi membeberkan persentase partisipasi Pilkada yang sudah digelar kemarin Rabu (09/12/2020).

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Ketua KPU Kabupaten Bangka Barat, Pardi. 

Pilkada Bangka Barat 2020 di Tengah Pandemi, KPU Bangka Barat Sebut Partisipasi Pemilih Diatas 70%

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sempat diguyur hujan disertai angin kencang, di tengah suasana pandemi Covid-19 nyatanya tak menyurutkan semangat masyarakat Kabupaten Bangka Barat mempergunakan hak suaranya dalam kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

Ketua KPU Kabupaten Bangka Barat, Pardi membeberkan persentase partisipasi Pilkada yang sudah digelar kemarin Rabu (09/12/2020).

"Terkait pada partisipasi pemilih pada umumnya hasil monitoring kami rata-rata itu semua TPS diatas 70%, bahkan di beberapa TPS ada yang bisa tembus sampai 80% . Tapi memang belum ada angka pasti, selama belum selesai proses rekapitulasi ditingkat kecamatan," ujar Pardi, Kamis (10/12/2020).

Persentase tersebut dikatakan Pardi bukanlah angka pasti, hal ini karena perekapan di tingkat Kecamatan baru akan dimulai Jum'at (11/12/2020) besok.

Selain itu persentase hingga 70% ini juga dikatakan sebagai angka yang besar, mengingat pada pesta demokrasi sebelumnya justru angka partisipasi masyarakat dibawah Pilkada kali ini.

"Angka 70% ini sudah sangat bagus mengingat beberapa kali pilkada kita mulai dari 2015 dan 2017, tidak ada yang menembus angka 70%. Di 2015 pilkada hanya sekitar 66%, kemudian di Pilgub kita turun 62%," jelasnya.

"Jadi sekarang kita ini diatas 70% itu sangat luar biasa dengan segala keterbatasannya kita ini. Karena akibat pandemi ini orang dilarang berkumpul, sosialisasi minim karena lebih banyak di medsos atau media massa saja," tambahnya.

Tingginya angka partisipasi masyarakat juga diungkapkan Pardi, hasil dari masyarakat yang kian sadar Pilkada dapat menentukan kemajuan desanya..

"Artinya ada nilai kepercayaan publik, masyarakat makin melek penting dan sadar bahwa pemilu menentukan kemajuan derah. Karena kalau orang apastis ya gak akan datang, tapi kalau orang melek politik mau hujan juga akan tetap datang," tegasnya.

Sementara itu mengenai protokol kesehatan yang wajib dilakukan, Pardi juga mengatakan pihaknya telah menjalankan protokol kesehatan secara baik hingga ke TPS-TPS yang ada di seluruh Kabupaten Bangka Barat.

"Protokol Kesehatan semua TPS sudah mengikuti protokol kesehatan, bahkan kita juga menyediakan sarung tangan. Lalu petugas kami juga melayani pemilih yang suspek ada enam orang, terus juga ada yang tiga diisolasi di rumah sakit kita layani semua," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved