Breaking News:

Berita Sungailiat

Siswa Disabilitas di Kabupaten Bangka Tetap Dapatkan Hak Pendidikan yang Sama di Tengah Pandemi

Rozali mengungkapkan, anak berkebutuhan khusus (disabilitas) tetap mendapatkan pendidikan yang baik di masa pandemi covid-19.

Penulis: | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Ramandha
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Rozali 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadindikpora) Kabupaten Bangka Rozali mengungkapkan, anak berkebutuhan khusus (disabilitas) tetap mendapatkan pendidikan yang baik di masa pandemi covid-19.

Kepada Bangka Pos, Rabu (10/12/2020) Rozali mengatakan, pendidikan secara daring (online) tetap diikuti sejumlah anak berkebutuhan khusus di daerah.

"Memang ada beberapa sekolah baik SD dan SMP terdapat siswa disabilitas. Namun, mereka tetap memperoleh hak yang sama. Karena kita tetap harus memberikan pelayanan bagi mereka," jelasnya.

Pihaknya dituntut wajib melakukan pendekatan, pembinaan serta edukasi tentang pengoperasian metode daring, dengan selalu mendampingi anak disabilitas ketika melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19.

"Hak mereka harus sama. Tidak ada perbedaan. Jadi, buat yang di daerah susah jaringan internet, tetap kita gunakan pembelajaran manual," ungkap Rozali.

Sementara itu, bertambahnya sejumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah, belum lama ini, dikatakannya, keputusan pembelajaran tatap muka tetap berada di Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 daerah.

Untuk itu, dalam waktu dekat akan terselenggara rapat pengkajian keputusan terkait kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, oleh stakholder penanganan Corona di daerah.

"Dalam minggu-minggu ini, memang tren (Covid-19) naik. Itu harus kita sikapi, bagaimana caranya pembelajaran tatap muka di awal tahun 2021 sesuai instruksi menteri di Januari, akan kembali dikaji," katanya.

Dia menjelaskan, pada umumnya, apabila KBM tatap muka tetap akan berlangsung pada Januari mendatang, sesuai edaran 4 menteri telah disampaikan dibolehkan KBM tatap muka.

Akan tetapi, keputusan tetap berada di daerah dengan pengkajian mendalam, seluruh stakeholder penanganan dan kondisi terkini penyebaran Covid-19.

"Juga dengan pertimbangan orang tua. Bagi orang tua yang tidak memperkenankan anaknya untuk masuk belajar, tidak ada paksaan. Mereka wajib belajar daring dan dibimbing orang tua," sebutnya.

"Kami tetap semangat serta optimis tren Covid-19 di daerah tetap turun dan kita semua terbebas dari Covid-19, secepatnya," pungkas Rozali.

(Bangka Pos/Ramandha)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved