Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tahun Depan Cukai Rokok Naik, Segini Pendapatan Pajak Rokok Masuk ke Kas Pemprov Bangka Belitung

Pemerintah resmi menetapkan kebijakan baru terkait cukai hasil tembakau atau cukai rokok pada tahun 2021 mendatang.

kontan.co.id
Pemerintah resmi menetapkan kebijakan baru terkait cukai hasil tembakau atau cukai rokok pada tahun 2021 mendatang. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pemerintah resmi menetapkan kebijakan baru terkait cukai hasil tembakau atau cukai rokok pada tahun 2021 mendatang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, tarif cukai rokok tahun depan bakal naik sebesar 12,5 persen.

Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi Babel, Fery Afriyanto mengatakan, untuk realisasi pajak rokok sampai saat ini mencapai Rp 82.343.622.615.

"Itu realisasi sampai saat ini, mudah-mudahan masih ada tambahan sampai akhir bulan ini," jelas Fery kepada Bangkapos.com, Senin (14/12/2020).

Kemudian, terkait kenaikan cukai rokok tahun depan, kata Fery, pemerintah daerah masih menunggu ketetapan dari kementerian keuangan hingga saat ini.

"Kita masih menunggu ketetapan lebih lanjut dari Kementrian Keuangan, mudah-mudahan meningkat, untuk program kesehatan kita,"lanjutnya

Selain itu, Fery, menjelaskan terkait realisasi bagi hasil pajak rokok yang masuk ke Provinsi Bangka Belitung pada 2019 mencapai Rp 94.296.443.588.

Tentunya dengan pajak rokok tersebut, menurut Fery, dapat membantu belanja APBD Provinsi Bangka Belitung dalam upaya melaksanakan pembangunan di daerah.

"2019 realisasinya mencapai Rp 94 milyar,  anggaran bagi hasil sedemikian besar dapat dimanfaatkan dalam pembangunan bidang kesehatan melalui APBD Provinsi dan kabupaten/kota," lanjutnya.

Dengan rencana kenaikan cukai rokok di 2021 nanti, Fery juga mengharapkan terjadi peningkatan pendapatan pajak ke Provinsi Bangka Belitung dari pajak rokok yang ditranfer oleh pusat ke daerah, bisa dimanfaatkan untuk program kesehatan.

"Tentunya dengan adanya kenaikan diharapkan besaran pajak rokok provinsi mengalami kenaikan. Untuk jenis rokok apa yang memberikan kontribusi, saya rasa semua jenis rokok secara umum," harap Fery.

Ferry juga mengharapkan, penyaluran pajak rokok tersebut tidak terlambat dilakukan oleh pemerintah pusat ke daerah Provinsi Bangka Belitung.

"Selanjutnya penyaluran ke provinsi dilaksanakan dengan sesuai mekanisme  dari pusat ke Provinsi Babel dan untuk selanjutnya disalurkan ke kabupaten/kota sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pajak rokok ini mengalami kenaikan setiap tahunnya, dari 2018 sebesar Rp 72,49 miliar, dan 2017 Rp 72,19 miliar ada kenaikan tiap tahunya," ungkap Fery. ( Bangka.com / Riki Pratama )

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved