Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

UPDATE Covid-19 di Babel, Tiga Warga Pangkalpinang Meninggal hingga Satgas Dihadang Warga

Bahkan selama dua hari ini tercatat ada penambahan tiga warga yang meninggal dunia akibat virus mematikan

Istimewa
Update Covid-19, Rabu (16/12/2020) 

Kemudian pasien ini meninggal dunia pada 16 Desember 2020 Pukul 06.20 WIB, dan rencananya bakal dimakamkan di perkuburan keluarga, Keluarahan Tuatunu.

"Almarhum (NK) yang merupakan tokoh agama ini meninggal dunia pada Pukul 06.20 WIB pagi tadi. Kemudian Tim Satgas Babel yang mendapatkan kabar dari pihak RSBT (rencananya -red) turut membantu pemakaman dan pengamanan secara Prokes Covid-19," jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Rabu (16/12/2020).

Setelah selesai, dari rumah sakit, kata Mikron,Tim Satgas secara beriring-iringan mendampingi mobil ambulans membawa jenazah ke pekuburan di Kelurahan Tuatunu, pada siang harinya. 

Namun, di tengah perjalanan, dekat Rumah Adat Kelurahan Tuatunu, mereka dihentikan oleh ratusan warga yang ingin memakamkan jenazah tersebut tanpa Prokes Covid-19.

"Setelah kami meluncur pukul 12 siang ke Tuatunu, di ujung dekat pekuburan untuk menyelenggarakan pemakaman secara Prokes Covid-19. Tiba-tiba saat itu datang massa, mungkin dari masyarakat setempat dari pondok pesantren yang ada di Tuatunu, ingin mengambil jenazah untuk di makamkan tanpa Prokes," jelasnya.

Dalam proses, pengambilan jenazah, kata Mikron, sempat terjadi dialog antara Tim Satgas dengan warga yang ingin mengambil jenazah.

Setelah dialog panjang, tim Satgas, memilih untuk mengalah dan menyerahkan jenazah ke kelompok warga yang ingin memakamkanya sendiri.

"Sempat terjadi beberapa insiden, sehingga kami mengalah, kami hanya memantau dari jauh terhadap apa yang dilakukan masyarakat yang membawa jenazah masuk ke dalam pondok pesantren di Tuatunu. Saat itu kami tidak masuk ke dalam pondok pesantren, karena melihat masyarakat yang begitu banyak," ujarnya.

Mikron menyayangkan terhadap tindakan masyarakat yang masih tidak mempercayai adanya Virus Corona di Provinsi Bangka Belitung saat ini.

"Jelas memang walaupun kematian sudah di depan mata, akibat Corona. Tetapi masyarakat masih belum menggangap itu bukan Corona. Padahal, ini merupakan bahaya apabila terkena, walaupun yang bersangkutan memiliki penyakit komorbid  gula darah yang mempercepat proses kematian," katanya.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved