Breaking News:

Awas, Serangan Jantung Kian Banyak Menyerang Pria di Bawah Usia 40

Selama beberapa dekade, penuaan menjadi salah satu risiko terbesar serangan jantung.

Editor: suhendri
freepik.com
Ilustrasi 

Namun, mayoritas pria di antara usia 25 - 44 tahun masih merokok, yang kemudian menyebabkan masalah pada kardiovaskular mereka.

Satu batang rokok sehari sudah dapat meningkatkan risiko pria terkena penyakit arteri koroner hingga hampir 50 persen, demikian menurut sebuah studi di British Medical Journal (BMJ).

Kemudian, orang-orang yang berpikir mereka dapat menghindari risiko itu dengan mencari alternatif seperti menghisap vape justru makin membahayakan diri mereka.

Pengguna rokok elektrik mendorong risiko penyakit jantung mereka 40 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menghisap vape, dan risiko stroke meningkat hingga 71 persen.

3. Mengalami stres sejak muda

Sebuah survei yang dilakukan American Psychological Association menemukan, orang berusia 22-39 tahun adalah kelompok yang paling stres.

Stres dapat memperburuk peradangan pada arteri koroner, yang menyebabkan pembekuan darah.

Hal itu juga bisa memicu tekanan darah tinggi dan kebiasaan buruk, seperti mencari kenyamanan dengan makanan, minum berlebihan, dan meninggalkan olahraga.

Sebuah penelitian di 52 negara mencatat, orang yang melaporkan stres permanen di tempat kerja atau di rumah memiliki risiko lebih dari dua kali lipat mengalami serangan jantung.

4. Mengabaikan risiko dan gejala serangan jantung

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved