Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dua Perda Disetujui DPRD Pangkalpinang, Molen Berharap Ada Perlindungan dan Rasa Aman Bagi Perempuan

DPRD Kota Pangkalpinang kini telah mengesahkan dua rancangan peraturan daerah (Raperda) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
DPRD Kota Pangkalpinang menggelar rapat paripurna kesepuluh masa persidangan I tahun 2020, Kamis (17/12/2020) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA --  DPRD Kota Pangkalpinang kini telah mengesahkan dua rancangan peraturan daerah (Raperda) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menjadi peraturan daerah (perda), Kamis (17/12/2020).

Hal ini diputuskan, usai DPRD Kota Pangkalpinang menggelar rapat paripurna kesepuluh masa persidangan I tahun 2020.

Dalam rapat tersebut telah disetujui dua raperda menjadi perda yakni.

1. Rancangan peraturan daerah Kota Pangkalpinang tentang pemberdayaan dan perlindungan perempuan.

2. Rancangan peraturan daerah Kota Pangkalpinang tentang pengarusutamaan gender.

Lebih lanjut dalam kesempatan tersebut Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) menyampaikan terima kasihnya khususnya kepada panita khusus (pansus) tujuh dan delapan yang telah membahas kedua Raperda tersebut.

Molen  juga  berharap dengan adanya perda tersebut dapat menjamin terpenuhinya hak perempuan agar dapat hidup dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.

"Diharapkan dengan adanya perda ini bisa memberikan keadilan dan kesetaraan gender, memberikan perlindungan dan rasa aman bagi perempuan korban kekerasan dan diskriminasi serta tindak pidana perdagangan orang. Menghapus segala bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan,"  jelas Molen.

Selain itu menurut Molen melalui perda juga ingin memberikan pelayanan-pelayanan kepada perempuan korban kekerasan dan saksi.

"Melakukan pemulihan terhadap perempuan korban kekerasan meningkatkan peran serta perempuan baik secara individual maupun kelompok, sebagai potensi dan sumber daya dalam penyelenggaraan hidup sosial kemasyarakatan," ungkap Molen

Upaya meningkatkan pemberdayaan perempuan pun dikatakan Molen,dapat dilakukan dengan diadakannya berbagai pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan perempuan dalam setiap kegiatan pembangunan di Kota Pangkalpinang.

"Diberi wawasan terkait pertanian, praktek membuat kreasi dari buah-buahan dan sayuran sehingga tampilannya lebih menarik. Harapannya pelatihan pemberdayaan menjadi modal awal terciptanya swasembada dapur sehingga mewujudkan rumah tangga yang tangguh dan mandiri," harap Molen.

Sementara itu terkait pengarusutamaan gender, Molen mengungkapkan konsep kesetaraan dan keadilan gender saat ini masih terbatas disemua kalangan.

"Mempromosikan kesetaraan gender adalah bagian utama, dari strategi pembangunan dalam rangka untuk pemberdayaan masyarakat baik perempuan dan laki-laki. Untuk mengentaskan diri, dari kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup mereka," ungkapnya. ( Bangkapos.com / Rizky Irianda Pahlevy )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved