Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

KBM Tatap Muka di Sekolah Tahun 2021 Tetap Dilaksanakan Walau Kasus Covid-19 Molonjak, Ini Alasannya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi,  menyebutkan peningkatan atau lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pangkalpinang

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
ilustrasi pelajar SD 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi,  menyebutkan peningkatan atau lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pangkalpinang bukan menjadi halangan untuk melaksankan kegiatan belajar tatap muka di awal Tahun 2021.

"Kasus Covid-19 meningkat bukan berarti menghalangi kegiatan belajar mengajar, namun yang lebih tepat protokol kesehatan yang akan lebih kita ketatkan lagi," kata Eddy kepada Bangkapos.com, Kamis (17/12/2020).

Menurutnya, sekolah tatap muka di awal Tahun 2021 nanti akan tetap dilaksanakan.

Pembelajaran di masa pandemi yang sebelumnya dilakukan secara daring akan dimulai kembali aktivitas di sekolah pada Januari mendatang. KBM tatap muka dilaksanakan mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian dan Keputusan Wali Kota.

"Insya Allah kita siap. Sebelumnya sempat ingin dilakukan KBM Oktober mengacu SKB itu, namun untuk wilayah zona hijau dan kuning. Nah kalau saat ini SKB menyesuaikan kesiapan daerah. Kita akan persiapkan formulasinya dengan protokol kesehatan untuk pelaksanaan aktivitas di sekolah nanti," jelasnya.

Eddy mengatakan, KBM akan dimulai dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP. Tentunya berdasarkan protokol kesehatan, menerapkan jaga jarak dan rasio kehadiran diatur sehingga tidak menyebabkan penumpukan, ini yang akan diformulasikan oleh Dindikbud.

"Misalnya rasio kehadiran 30 persen atau 50 persen. Jangan sampai terjadi penumpukan. Kursi-kursi diatur jaraknya 1,5 meter dan pembelajaran disesuaikan. Jadi awal ini kita belum pada target kurikulum. Sesuaikan dulu dengan situasi yang ada," tegas Eddy.

Dindikbud, kata Eddy akan melakukan croscek dan mematangkan persiapan untuk pelaksanaan tahun ajaran di 2021 nanti. Sekolah-sekolah juga telah dipersiapkan sarana prasarana sesuai protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer.

"Formulasinya juga sudah dipersiapkan. Mulai dari rasio kehadirannya serta sarana dan prasarana. Nanti akan kita rapatkan kembali untuk cek dan ricek untuk memaksimalkan," katanya.

Penyesuaian ini, menurutnya dilakukan agar psikologis anak tidak terganggu selama pandemi. Sebab, selama pandemi ini kesehatan, keselamatan dan psikologis anak menjadi utama. Menurutnya, pasca dilakukan pembelajaran daring, tidak berdampak atau ada laporan berlebihan mengenai psikologis anak.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved