Breaking News:

Penanganan Covid 19

Ingat ! Jelang Natal dan Tahun Baru, Lima Kebijakan Bakal Dikeluarkan Erzaldi, Lihat Larangannya

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama Forkopimda akan mengambil lima kebijakan dalam upaya antisipasi jelang

bangkapos.com/cici
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman usai menghadiri Ramah Tamah bersama Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi di Mahligai Rumah Dinas Gubernur, Kamis (17/12/2020) malam 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama Forkopimda akan mengambil lima kebijakan dalam upaya antisipasi jelang Natal dan Tahun Baru 2021 di tengah Pandemi Covid-19.

"Saya sampaikan pertama, bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Forkopimda mengimbau kepada masyarakat tidak mengadakan berkenaan dalam penyambutan tahun baru dan tidak ada acara kumpul mengumpul yang jumlahnya lebih dari 50 orang," ujar Erzaldi Rosman usai menghadiri Ramah Tamah bersama Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi di Mahligai Rumah Dinas Gubernur, Kamis (17/12/2020) malam tadi.

Orang nomor satu di Bangka Belitung ini menegaskan pemerintah provinsi akan mengambil tindakan berkenaan imbauan tersebut bersama Satuan Tugas Covid -19.

"Kedua, kami akan melakukan rapid test ulang secara acak, penumpang melalui pesawat udara maupun pelabuhan laut. Ini akan kita lakukan menjelang dan libur tahun baru ini. Hal ini kita lakukan dalam upaya antisipasi semakin melonjaknya masyarakat kita yang terpapar Covid -19, yang disinyalir lebih banyak dipaparkan melalui kunjungan orang dari luar Bangka Belitung," jelas Erzaldi.

Namun, ia tak memungkiri saat ini klaster lokal (transmisi lokal) lebih dominan yang dimaksudkan masyarakat seputaran pulau Bangka dan Belitung.

"Yang menjadi perhatian kita, Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung. Ketiga, Insya Allah satgas akan mengambil suatu tindakan dan sekitar dua minggu sudah kita sampaikan agar satgas di kabupaten kota lebih intensif untuk melakukan operasi berkenaan penertiban kepada masyarakat kita dalam rangka menjalankan Protokol Kesehatan Covid -19," kata Erzaldi.

Lebih lanjut, kebijakan keempat yang akan diambil yakni khusus ASN yang keluar ataupun pulang dari tugas dinas luar (DL) wajib melakukan rapid test, bila reaktif langsung dilakukan tes swab. Hal ini dilakukan semakin meluasnya masyarakat yang terpapar Covid-19.

"Kelima, kami juga sedang mengevaluasi sekolah ataupun pesantren yang ada terpapar, segera pihak Satgas akan terjun ke lapangan untuk mengantisipasi agar tidak meluas. Sekolah dan pesantren bila tidak ditangani cepat akan berdampak luas kepada penyebaran Covid-19," tegas Erzaldi. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved