Breaking News:

Berita Sungailiat

Soal 10 Hektare Padi Sawah Terancam Gagal Panen, Kadispernak Bangka Koordinasi ke Camat Merawang

Terkait kondisi terendamnya 10 hekatre padi sawah Poktan hingga terancam gagal panen di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang Bangka

istimewa
Sawah Kelompok Tani di Kabupaten Bangka Terendam Air, Jumat 918/12/2020) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Terkait kondisi terendamnya 10 hekatre padi sawah Poktan hingga terancam gagal panen di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang Bangka, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadispernak) Kabupaten Bangka, Elliyus Gani, mengaku baru menerima laporan.
 

Kepada Bangkapos.com, Elliyus menyebutkan, baru mengetahui kabar tersebut. Namun, setelah mendapat kabar ini, Elius berinisiatif melakukan koordinasi dengan aparatur setempat.
 

"Sudah saya telepon camat setempat. Meminta Camat Jaleari untuk konfirmasi dulu ke warga di sana, terkait masalah itu," jelasnya, Jumat (18/12/2020).
 

Menurutnya, kalaupun terdapat masalah perihal dugaan adanya gangguan irigasi sawah, karena terjangan air dari bandar besar di sekitar lokasi, Elliyus menyebutkan, harus dilakukannya pengecekan lebih lanjut.
 

Dia menuturkan, dari koordinasi yang dilakukannya kepada camat setempat, diharapkan dapat diperjelas dengan adanya kroscek lebih dalam di lokasi tersebut.

"Sebenarnya, tugas (Dinas) kami kan hanya menanam. Kalau sudah menyangkut adanya gangguan lain, seperti adanya aliran air (bandar besar) yang menjadi polemik, bukan lagi ranah kami. Namun, kami tetap mengkoordinasikan dengan pihak yang mempunyai kewenangan untuk itu," katanya.

Camat Merawang, Jaleari mengaku, sudah berkoordinasi dengan Kadispernak Kabupaten Bangka tersebut. Untuk itu, dirinya juga sudah memerintahkan Kepala Desa (Kades) Balunijuk agar segera melakukan pantauan di lokasi itu.

"Tadi, saya juga barusan telepon pak kadesnya. Dia baru dapat informasi juga. Kita kroscek dulu nanti," sebutnya.

Jaleari juga menyampaikan, apabila permasalahan itu muncul, terkait dengan keberadaan bandar besar yang diduga dermaga milik perseorangan, menjadi polemik, tentunya pemda akan mengusahakan upaya mediasi antara kedua belah pihak.

"Akan kita usahakan mediasi lah. Tapi, kita lihat dulu, apakah benar penyebabnya itu. Sebelumnya belum ada masalah seperti ini. Kebetulan saya juga baru tugas di sini. Beberapa bulan," katanya.

Sementara itu, Kades Balunijuk, ketika dikonfirmasi mengatakan, dia tidak pernah mengetahui adanya dermaga yang disebut-sebut ada kaitannya pada musibah genangan air di sawah yang dimaksud.

 "Setahu saya tidak ada orang bikin dermaga di sini. Kalau bandar besar, memang ada. Tapi, sudah ada dari dulu. Setahun lah kurang lebih, dibangun. Kurang tahu juga, (bandar) itu untuk apa? Entah itu untuk irigasi, atau lainnya. Kita belum tahu titiknya di mana. Entah itu bandar yang lama atau ada yang baru," katanya.(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved