Breaking News:

WIKI BANGKA

The Tanggokers, Komunitas Suka Nanggok Ikan dan Peduli Ikan Endemik Bangka Belitung

Terkenang kegiatan saat masa kecil memang kadang kala kerap terjadi dan menyenangkan hati.

The Tanggokers, Komunitas Suka Nanggok Ikan dan Peduli Ikan Endemik Bangka Belitung - nanggok1.jpg
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Ketua Komunitas The Tanggokers, Swarlanda bersama anggota The Tanggokers
The Tanggokers, Komunitas Suka Nanggok Ikan dan Peduli Ikan Endemik Bangka Belitung - nangk3.jpg
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Koleksi ikan lokal, lokality dan endemik di Pusat Riset dan Edukasi The Tanggokers

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Terkenang kegiatan saat masa kecil memang kadang kala kerap terjadi dan menyenangkan hati.

Nanggok ikan (menangkap ikan-red) di sungai misalnya, pernah dilakukan saat masih kecil bersama teman-teman.

Berbagai jenis ikan air tawar yang mungil dulu sering menjadi incaran, nama-namanya pun unik.

Namun, seiring waktu berjalan ikan-ikan air tawar yang berpotensi menjadi ikan hias lokal dan endemik ini mulai terlupakan masyarakat.

Dikarenakan kenangan masa kecil itu dan kepedulian akan jenis ikan air tawar di kepulauan Bangka Belitung maka terbentuklah komunitas pecinta ikan endemik, The Tanggokers.

Komunitas yang terdiri dari pemuda daerah yang berjumlah 16 orang ini berdiri sejak Januari 2020 lalu.

Sesuai moto dari komunitas, Menemukan Agar Ditemukan.

Sudah banyak sungai di Pulau Bangka yang mereka jelajahi, untuk mencari ikan air tawar baik lokal, lokality dan endemik.

Tentu saja, cara mencari ikan-ikan tersebut dengan rutinitas nanggok, kemudian diidentifikasi jenisnya dan diberdayakan agar tetap mempertahankan keberlangsungan hidup ikan tersebut.

Koleksi ikan lokal, lokality dan endemik di Pusat Riset dan Edukasi The Tanggokers
Koleksi ikan lokal, lokality dan endemik di Pusat Riset dan Edukasi The Tanggokers (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Ketua Komunitas The Tanggokers, Swarlanda mengatakan di Pusat Riset dan Edukasi The Tanggokers ada 55 spesies ikan lokal (bisa ditemui di semua daerah dengan sama karakter), lokality (bisa ditemui dimana saja tetapi memiliki karakter yang berbeda) dan endemik (hanya bisa ditemukan di suatu daerah).

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved