Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Cegah Penumpang Membludak Rapid Test di Bandara, Kadishub Minta Gunakan Layanan Kesehatan Lain

KA Tajuddin mengatakan seharusnya masyarakat tidak semuanya melakukan rapid test antigen di Bandara Depati Amir karena telah banyak laboratorium lain

Penulis: Riki Pratama | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung, KA. Tajuddin. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terjadi kerumunan penumpang yang ingin melaksanakan tes rapid test antigen di Farmalab dekat bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang pada Senin (21/12/2020).

Membludaknya kerumunan ini buntut dari mulai diberlakukanya peraturan Gubernur Bangka Belitung yang mewajibkan penumpang masuk dan keluar Babel harus memiliki surat keterangan rapid test antigen non reaktif.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung, KA Tajuddin mengatakan seharusnya masyarakat tidak semuanya melakukan rapid test antigen di Bandara Depati Amir karena telah banyak laboratorium lain yang bisa melakukan rapid test antigen.

"Tempatnya ada macam-macam sudah ada edaran laboratorium mana saja yang bisa melayani rapid test antigen bukan satu di bandara. Silakan untuk penumpang ke laboratorium tersebar ada beberapa pelayanan kesehatan memberikan layanan tes ini jangan hanya di bandara,"ujar Tajuddin kepada Bangkapos.com, Senin (21/12/2020) di tempat kerjanya.

Baca juga: Sempat Ditutup Satu Pegawai Positif Covid-19, Kini Puskemas Muntok Kembali DIbuka

Situasi dan pemeriksaan rapid test antigen di Farmalab dekat bandara Depati Amir Pangkalpinang, Senin (21/12/2020).
Situasi dan pemeriksaan rapid test antigen di Farmalab dekat bandara Depati Amir Pangkalpinang, Senin (21/12/2020). (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Tajuddin mengatakan tidak melakukan tes di bandara maka akan mengurangi kerumunan terjadi ketika masyarakat ingin melakukan rapid test antigen.

"Mungkin lebih kepada perubahan manajemen memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan yang ada di Kota Pangkalpinang dan khususnya di wilayah Bangka agar tidak terjadi penumpukan di bandara,"ujarnya.

Dia menambahkan saat ini jumlah laboratorium yang melaksanakan rapid test di bandara dianggap telah cukup.

Namun apabila nanti dipandang kurang akan dibicarakan kembali dengan pihak AP II Bandara Depati Amir.

"Nanti kita sarankan tetapi untuk sementara masih bisa kalau memang kilat perkembangan semkain menumpuk, kita akan melakukan koordinasi dengan AP II perlu ada penambahan layanan atau tetap seperti itu,"katanya.

Tajuddin juga mengingatkan kepada masyarakat untuk melakukan rapid tes antigen di tempat layanan yang terpercaya jangan melalui calo.

"Jangan percaya calo, dengan adanya penawaran dari sumber tidak jelas. Maka datangilah tempat pelayanan yang cukup banyak sekarang ini. Jangan takut tidak terlayani, jangan pula menggunakan jasa calo karena itu resikonya bisa jadi pemalsuan surat,"ujarnya.

Kemudian untuk penumpang yang ingin melakukan rapid test antigen, sebaiknya dilakukan satu hari sebelumnya.

Sehingga bisa mempersiapkan segala halnya termasuk apabila hasilnya positif agar tidak mengganggu jadwal penerbanganya.

"Perlu dilakukan pengaturan waktu berangkat, supaya santai jangan sampai tidak pas. Nanti taunya hasilnya positif atau reaktif maka gagal berangkat. Sehingga perlu ada jeda waktu lebih untuk persiapanya,"saranya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved