Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Herman Suhadi Ketua DPRD Bangka Belitung Gantikan Didit Srigusjaya, Anak Dusun Pernah Jual Gorengan

Herman Suhadi menggantikan Didit Srigusjaya yang mengundurkan diri dari Ketua DPRD karena maju Pilkada di Kabupaten Bangka Tengah

Dokumentasi Bangka Pos
Herman Suhadi Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung Pengganti Didit Srigusjaya 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung, Herman Suhadi terpilih menjadi Ketua DPRD Bangka Belitung berdasarkan keputusan DPP PDI Perjuangan

Herman Suhadi menggantikan Didit Srigusjaya yang mengundurkan diri dari Ketua DPRD karena maju Pilkada di Kabupaten Bangka Tengah.

Herman Suhadi termasuk politikus senior di kalangan PDI Perjuangan sebelum menjadi anggota DPRD Bangka Belitung.

ia pernah tiga periode menjadi anggota DPRD Kabupaten Bangka, sejak 2004.

Anak dusun Dam, Desa Pemali, Kabupaten Bangka ini ternyata dulunya adalah seorang penjual gorengan di pasar Mambo Sungailiat. 

Kepada Bangkapos.com, Herman Suhadi mencerikan pengalaman hidupnya dari menjual martabak dan gorengan hingga sukses menjadi anggota DPRD Bangka Belitung.

Herman merupakan anak pertama dari delapan bersaudara. Sejak lulus SMA Bakti Sungailiat tahun 1990-an, ia memutuskan untuk merantau bekerja di Jakarta sebagai penjual martabak manis dan telor.

"Setelah saya lulus SMA Bakti Sungailiat saya merantau ke Jakarta bekerja dengan orang Bangka yang berjualan martabak manis, telor di Jakarta. Sambil saya juga belajar kursus komputer di Jakarta sebelum memutuskan untuk pulang dagang sendiri di Bangka,"ujar Herman kepada Bangkapos.com, di kantor DPD PDI Perjuangan Babel, pada Selasa (22/12/2020) sore.

Ketua DPRD Bangka Belitung, Herman Suhadi
Ketua DPRD Bangka Belitung, Herman Suhadi (Bangkapos.com/Riki Pratama.)

Selama bekerja di perantauan, Herman banyak mendapatkan ilmu terutama cara membuat dan berjualan martabak yang akhirnya ia terapkan dengan berjualan sendiri dengan gerobak di pasar Mambo Sungailiat.

"Saya pulang ke Bangka untuk berusaha sendiri, berjualan martabak pakai gerobak sekitar 1995. Setelah itu jual gorengan pisang molen, tahu, tempe. Karena setelah dari Jakarta ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan diterapkan di Bangka,"jelas bapak tiga orang anak ini.

Halaman
1234
Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved