Breaking News:

Advertorial

Dekranasda Komitmen Kembangkan Perekonomian Pengrajin di masa Pandemi

“Kebijakan pemerintah mengurangi penggunaan plastik tentunya harus dijawab dengan penggunaan potensi alam yang ada di Bangka Belitung.

Dekranasda Babel
IST 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berusaha membina dan mengembangkan kerajinan yang berdampak meningkatkan perekonomian pelaku usaha kerajinan khususnya di masa pandemi Covid-19.

Dekranasda Babel yang dikomandoi Hj Melati Erzaldi ikut terlibat secara aktif mendukung program pemerintah meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi.

Ketua Dekranasda Babel, Hj Melati Erzaldi menjelaskan Dekranasda merupakan mitra pemerintah khususnya dalam membina dan pengembangkan produk kerajinan yang bernilai budaya menjadi produk bernilai ekonomi sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat pengrajin khususnya peng­rajin Babel.

“Sebagai contoh tenun cual Bangka Belitung yang pada tahun 2017 masuk salah satu kerajinan yang hampir punah sekarang kembali menggeliat di Bangka Belitung. Begitu juga halnya dengan kerajinan straw (sedotan) dari purun. Purun yang selama ini dianggap gulma, setelah diolah bisa dijadikan sedotan sebagai solusi pengganti sedotan plastik,” kata Melati Erzaldi, pekan lalu.

“Kebijakan pemerintah mengurangi penggunaan plastik tentunya harus dijawab dengan penggunaan potensi alam yang ada di Bangka Belitung. Saat ini sedotan berbahan purun dipasarkan di cafe di Jakarta dan beberapa hotel. Dan pada saat kedatangan Ibu Wakil Presiden Ibu Wury Maruf Amin, sedotan purun juga digunakan. Hasil pengrajin tersebut telah menjadi salah satu penyumbang perekonomian dari sector ekonomi kreatif dan fashion,” jelasnya.

Ia menambahkan peranan Dekranasda sangat diperlukan terutama dalam hal peningkatan kompetensi SDM pengrajin, pengembangan produk, pemasaran produk serta pembinaan yang tepat sehingga dapat menghasilkan produk kerajinan yang kreatif, inovatif, berkualitas berbasis tradisi dan warisan budaya. “Apalagi sekarang sektor pariwisata menjadi andalan Bumi Serumpun Sebalai. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas dan produksi kopiah serta keseragaman ukuran kopiah resam, Dekranasda juga memberikan cetakan kopiah resam bagi pengrajin kopiah resam dengan berbagai ukuran,” katanya.

Sedangkan untuk kerajinan pewter, atas inisiasi Dekranasda Babel, IKM pewter Pangkalpinang mendapatkan bantuan dari Kementerian Perindustrian. Adapun untuk pemasaran produk kerajinan di masa pandemi, Dekranasda Babel menyiasatinya dengan melakukan Bazar Pengrajin Online (Baper Online) secara virtual yang memadukan kegiatan fashion show produk kerajinan secara virtual sekaligus pengunjung langsung bisa melakukan transaksi pembelian produk yang di­sukai secara online.

“Selain itu, pemasaran juga dilakukan dengan memanfaatkan e-commerce seperti bukalapak, boleh.id dan e-commerce lainnya. Dari segi kebijakan, Dekranasda juga bekerjasama dengan peme rintah provinsi Kepulauan membuat e-katalog batik. Pemasaran juga dilakukan melalui galeri Dekranasda di Transmart Pangkapinang,” jelas Melati.

Kegiatan lain yang dilakukan Dekranasda Babel, yakni Workshop Design Thinking QKRs, bimtek pembuatan masker motif batik khas Babel, pembuatan faceshield dan hazmart, bimtek manajemen pembukuan, bimtek kerajinan anyaman purun dan kunjungan/temu Ketua Dekranasda Babel dengan pengrajin se- Babel.

“Dekranasda Babel juga mengembangkan dan menyarankan agar pelaku kerajinan untuk terus melakukan inovasi dan diversifikasi produk seperti mengkombinasikan produk antar pelaku kerajinan,” harap Melati. (*/adv)

Siapkan Berbagai Program

IST
IST (Dekranasda Babel)

KETUA Dekranasda Babel, Hj Melati Erzaldi juga menjelaskan upaya Dekranasda dalam mengembangkan industri kerajinan masa pandemi di Babel antara lain melakukan bimtek pembuatan masker kain motif batik khas Bangka Belitung, pembuatan face shield dan hazmart. Di mana hasil bimtek tersebut diberikan oleh Ketua Dekranasda Babel, Hj Me­lati Erzaldi kepada Gubernur Babel yang juga selaku Ketua Satgas Gugus Covid-19, H Erzaldi Rosman.
Termasuk, memberikan masker buatan IKM Binaan Dinas dan Dekranasda Babel secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian pada masa Covid-19. “Kita juga fasilitasi penggunaan produk kerajinan ke berbagai instansi. Kebijakan penggunaan Pakaian Tenun Cual/Batik Khas Babel yang dikeluarkan pemerintah melalui e-katalog, salah satu upaya Dekranasda Babel bersama Pemprov Babel untuk pengrajin Babel,” jelas Melati.
Selain itu, diakui Melati, bentuk kepedulian dan peran Dekranasda Babel ini untuk pengrajin Babel yaitu bekerjasama dengan Transmart yang menyediakan booth/Galeri yang bisa digunakan pengrajin untuk mempromosikan dan memasarkan produknya di Transmart. “Kita juga mening­katkan kompetensi peng rajin atau Sumber Daya Manusia. Kita menggelar pelatihan anyaman purun, kopiah resam hingga manajemen usaha dan pemasaran,” ujarnya.
Pihaknya juga bekerjasama dengan peme­rintah, perbankan dan stakeholder lainnya untuk pengembangan kerajinan. “Pada tahun ini Dekranasda Babel bekerjasama dengan Disperindag dan Kementerian Perindustrian memberikan mesin peralatan kepada IKM Pewter. Dan penggunaan produk kerajinan dari anyaman purun sebagai salah satu solusi pengurangan penggunaan plastik,” ungkap Melati. (*/adv)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved