FENOMENA Astronom Ini Diprediksi Terjadi pada Akhir Tahun 2020
Pada akhir tahun 2020, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional memprediksi akan terjadi beberapa fenomena astronomi.
BANGKAPOS.COM - Pada akhir tahun 2020, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional memprediksi akan terjadi beberapa fenomena astronomi.
Fenomena astronomi ini terjadi pada minggu keempat pada bulan Desember 2020, tepatnya mulai tanggal 23 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2020.
Berikut enam fenomena astronomi akhir tahun 2020:
1. Hujan Meteor Ursid Mencapai Puncaknya (23 Desember 2020)
Hujan Meteor Ursid merupakan hujan meteor yang berada pada titik radian.
Titik radian merupakan titik asal munculnya meteor.
Saat itu meteor berada di konstelasi Ursa Minor.
Hujan meteor ini aktif sejak 17 dEsember hingga 26 Desember mendatang.
Namun puncaknya terjadi pada 23 Desember 2020, sebelum terbit matahari untuk pengamat di Indonesia.
Hujan Meteor Ursid dapat disaksikan sejak pukul 01.00 waktu lokal hingga sebelum terbit matahari dengan intensitas 1 hingga 2 meteor per jam untuk wilayah Indonesia.
2. Puncak Konjungsi Antara Venus dan Antares (23 Desember 2020)
Sejak tanggal 20 Desember 2020 pukul 05.05 WIB, Venus berkonjungsi dengan Antares.
Kondisi ini berada pada sudut pisahnya sebesar 7,5 derajat.
Puncak konjungsi Venus - Antares terjadi pada tanggal 23 Desember 2020 pukul 04.45 WIB.
Posisi ini berada pada sudut pisah sebesar 5,7 derajat.
Konjungsi Venus-Antares berakhir pada 28 Desember 2020 pukul 04.25 WIB dengan sudut pisah 7,5 derajat.
Fenomena ini dapat disaksikan dari arah timur-tenggara ketika waktu fajar.
3. Bulan Di Titik Terjauh dari Bumi (Apoge) (24 Desember 2020)
Bulan akan berada pada titik terjauh bumi (apoge) pada pukul 23.28.14 WIB.
Bulan pada titik terjauh Bumi dengan jarak geosentris 405.046 km, iluminasi 74, 49 persen (fase benjol awal).
Kemudian magnitudo terjadi pada visual -11,1 dan lebar sudut 21,98 menit busur.
Bulan terletak di konstelasi Pisces ketika apoge dan baru dapat disaksikan mulai pukul 13.40 WIB di arah timur.
Kemudian terbenam pada keesokan harinya pada pukul 01.40 WIB di arah barat.
4. Konjungsi Antara Bulan dan Mars (23-24 Desember 2020)
Bulan mengalami konjungsi dengan mars selama dua hari berturut-turut.
Fenomena ini akan terjadi pada 23-24 Desember 2020.
Pada tanggal 23 Desember pukul 18.30 WIB, Bulan dan Mars sama sama terletak di arah Utara-Timur Laut.
Sementara pada tanggal 24 Desember 2020 pukul 18.30 WIB, Bulan terletak di Timur Laut, sedangkan Mars terletak di arah utara-timur laut.
5. Bulan Pada Deklinaasi Utara Maksimum (30 Desember 2020)
Bulan akan berada pada kondisi deklinasi maksimum utara pada pukul 14.53.24 WIB dengan jarak geosentris 392.141 km.
Kemudian terjadi iluminasi 99,94 persen atau fase purnama dan magnitudo visual -12,66, dengan lebar sudut 30,45 menit busur.
Deklinasi maksimum utara bermakna Bulan terletak pada posisi paling utara dari ekuator langit.
Bulan terletak di konstelasi Gemini dan berada di atas ufuk sejak pukul 18.30 WIB hingga keesokan pagi pukul 6.15 WIB dari arah timur-timur laut hingga barat-barat laut.
6. Bulan Memasuki Fase Purnama (30 Desember 2020)
Puncak bulan purnama kali ini terjadi pada 30 Desember 2020 mendatang, pada pukul 10.28.12 WIB.
Bagi wilayah Indonesia Timur dan Indonesia Tengah, puncak purnama akan beriringan dengan tengah hari.
Secara tradisional, bulan purnama yang jatuh di bulan Desember dinamakan dengan bulan dingin penuh (Full Cold Moon) dan Bulan Malam Panjang Penuh (Full Long Night's Moon).
Hal ini terjadi karena pada saar itu di belahan bumi bagian utara, suhu menjadi sangat dingin dengan durasi malam sangat panjang.
Itu tadi 6 fenomena astronomi yang akan terjadi di penghujung tahun 2020 ini.
(Tribunnews.com/Oktaviani wahyu Widayanti)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Siap-siap, Diprediksi akan Terjadi 6 Fenomena Astronomi di Akhir Tahun 2020
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-terdapat-6-fenomena.jpg)