Breaking News:

Profesor Ken Osaka Jepang Sebut Varian Baru Corona Lebih Berbahaya, Berkembang 1,7 Kali Lebih Cepat

Profesor Ken Osaka Jepang Sebut Varian Baru Corona Lebih Berbahaya, Berkembang 1,7 Kali Lebih Cepat

ist
Profesor Ken Osaka 

Profesor Ken Osaka Jepang Sebut Varian Baru Corona Lebih Berbahaya, Berkembang 1,7 Kali Lebih Cepat

BANGKAPOS.COM, TOKYO -- Spesialis penyakit menular Jepang, Profesor Ken Osaka (56) menyebut varian Corona yang baru ditemukan di Denmark dan menyebar di Inggris,  mempunyai kapasitas penyebaran 1,7 kali lipat lebih kuat dari Corona saat ini.

"Corona yang masuk ke tubuh manusia dan terinfeksi ke orang lain dan seterusnya, mengalami peng-kopi-an yang terjadi kesalahan (error) sehingga muncullah varian baru tersebut," kata Profesor Ken Osaka (56), peneliti di Universitas Harvard dan peneliti senior Institut Penyakit Menular Nasional Universitas Tokyo, Kamis ini (24/12/2020) 

Peneliti Senior Biro Kesehatan dan Kesejahteraan, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan pemerintah Jepang mengatakan, varian baru Corona yang muncul itu jauh lebih berbahaya perkembangan kalau sampai tersebar luas.

Baca juga: Aksi Tante Ernie di Kolam Renang, Bikin Gak Kuat Warganet Panas Dingin: Hadap Kiri atau Kanan?

Baca juga: Begini Penampilan Baru Dimas Ahmad Setelah Di-Make Over Ivan Gunawan, Warganet Sampai Heboh

Baca juga: Ketahuan, Sandiaga Uno Bawa Benda Kecil Ini di Tangan Saat Dilantik Jokowi: Kelihatan Yah

"Karena jauh lebih kuat dan lebih cepat berkembang ketimbang Corona saat ini dan apabila menyebar luas varian baru itu sangat bahaya karena cepat menyebar dan lebih kuat.

Di dalam RNA terdapat 29 tempat yang berputar berubah.

Biasanya dalam satu tahun barulah terjadi perubahan namun varian baru ini belum satu tahun terjadi sudah terjadi perubahan," kata pria kelahiran Nagano, lulusan fakultas kedokteran universitas Tohoku.

Dengan kata lain, apabila vaksin tidak segera di suntikkan, maka akan muncul bahaya yang lebih besar lagi karena varian baru ini sudah muncul belum sampai 1 tahun perkembangan corona saat ini," paparnya.

Asam ribonukleat (ARN, adalah molekul polimer yang terlibat dalam berbagai peran biologis dalam mengkode, dekode, regulasi, dan ekspresi gen.

RNA dan DNA adalah asam nukleat, dan, bersama dengan protein dan karbohidrat, merupakan empat makromolekul utama yang penting untuk semua bentuk kehidupan yang diketahui.

Baca juga: Bocoran Sinetron Ikatan Cinta Malam ini: Al Pertemukan Andin dan Anak Kandung

Baca juga: Ledakan di Depan Kantor KAMI, Din Syamsuddin: KAMI Tidak akan Mengendurkan Semangat Juang

Baca juga: Warga Panik dan Lari Terbirit-birit, Pengemudi Mobil Pun sampai Takut, Ternyata Ada Kerbau Mengamuk

Halaman
12
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved