Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kata Pengamat soal Ekonomi Bangka Belitung pada 2021, Sejumlah Sektor Ini Harus Dapat Dorongan

Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen STIE Pertiba, Suhardi memprediksi bagaimana ekonomi Bangka Belitung pada tahun 2021.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Dedy Qurniawan
bangkapos.com/ferylaskari
Ilustrasi Kata Pengamat soal Ekonomi Bangka Belitung pada 2021, Sejumlah Sektor Ini Harus Dapat Dorongan - Pian alias Iyan (30), Pemetik TBS Sawit di Pulau Bangka 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen STIE Pertiba, Suhardi memprediksi bagaimana ekonomi Bangka Belitung pada tahun 2021.

Ia menyebutkan, pada tahun 2020 ekonomi Bangka Belitung mengalami koreksi pertumbuhan yang cukup besar dari triwulan ke triwulan.

Mulai dari triwulan (TW) I tahun 2020 yang tumbuh 1,35 persen, terkontraksi ke angka -4,99 pada TW II tahun 2020.

Lalu sebesar -4,38 pada TW III tahun 2020, dan tampaknya pada TW IV tahun 2020 ini juga ekonomi Bangka Belitung masih terkoreksi negatif.

"Kemungkinan ekonomi Babel akan tumbuh positif pada TW II 2021, tentu dengan diperlukannya dorongan dan perbaikan signifikan pada sisi permintaan dan penawaran. Pertumbuhan ekonomi Babel TW III 2020, dari lapangan usaha ditopang dengan kontribusi sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 6,68 persen, angka ini terus membaik jika dibandingkan angka pada TW II 2020 yang tumbuh sebesar 5,56 persen," jelas Suhardi.

Baca juga: Kata dr Farhan Setelah 10 Bulan Bangka Belitung Berjuang Melawan Pandemi Covid-19

Sejumlah Sektor Harus Dapat Dorongan

Secara keseluruhan ekonomi Bangka Belitung masih belum bisa lepas dari ekonomi pertimahan.

Hal ini terefleksi dari sekitar 80 persen ekspor Bangka Belitung merupakan ekspor komoditas Timah.

Menurutnya,  ekonomi Bangka Belitung  masih cukup banyak tantangan seperti perbaikan infrastruktur, hilirisasi pertimahan, kualitas sumberdaya manusia, dan yang paling penting adalah peralihan sturuktur perekonomian dari ekonomi timah menjadi non timah.

"Namun optimisme Babel juga cukup besar dalam membangun perekonomian, hampir 80 persen Babel merupakan perairan, sehingga hal inilah yang harus diseriusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Babel, ditambah lagi komoditas unggulan seperti lada, karet, sawit yang harus terus dijaga harganya, karena banyak masyarakat bergantung pada komoditas ini," sebutnya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved