Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Polemik Menjamurnya Indomaret dan Alfamart di Pangkalpinang, Walikota Sebut Bukan Keinginan Pemkot

Beberapa waktu lalu polemik menjamurnya Indomaret dan Alfamart ritel modern yang ada di Kota Pangkalpinang itu sempat menjadi sorotan DPRD

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Beberapa waktu lalu polemik menjamurnya Indomaret dan Alfamart ritel modern yang ada di Kota Pangkalpinang itu sempat menjadi sorotan DPRD Provinsi dan DPRD Kota Pangkalpinang.

Pasalnya akhir-akhir ini keberadaan Indomaret dan Alfamart semakin menjamur di Kota Pangkalpinang, tersebar di setiap Kecamatan bahkan Kelurahan.

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menyebutkan, semua keinginan untuk membuka Indomaret dan Alfamart bukan keinginan dari pemerintah lota, namun permintaan dari masyarakat sekitar langsung.

"Jadi begini semua itukan bukan dari kita, justru kita sudah sepakati kehadirannya Alfamart dan Indomaret itu harus persetujuan dari masyarakat sekitar kalau tidak ada persetujuan dan permintaan dari masyarakat sekitar kami tidak menginzinkan," kata Molen kepada Bangkapos.com, Senin (28/12/2020).

Bahkan kata Molen, pihaknya kerepotan sebab banyak masyarakat yang mengajukan permintaan agar melakukan kerjasama dengan pihak Indomaret dan Alfamart.

"Justru ini permintaan masyarakat, siapa yang bilang menjamurnya Alfamart dan Indomaret ini keinginan kami pemerintah Kota, apa kepentingan kami justru masyarakat yang sekarang meminta untuk adanya kehadiran dua ritel modern itu artinya ini dilepaskan di pasar," sebutnya.

Menurutnya, kalau memang pelayanannya bagus dan masyarakat merasakan dari segi harga lebih terjangkau, hingga temaptnya nyaman dan membuat masyarakat suka tidak bisa dihindari.

"Kalau itu keinginan masyarakat dan mereka nyaman kita mau gimana lagi, tidak bisa kita hindari. Ini juga sudah kita batasi sebetulnya, seperti di tempat-temapt tertemtu seperti rumah sakit kita, tempat wisata tapi ada sebagian masyarakat yang memohon agar dibuka diwilayahnya akan tetapinharus persetujuan dari masyarakat sekitar," jelas Molen.

Molen menyebutkan, hingga kini jumlah Indomaret dan Alfamart di Kota Pangkalpjnang masih tergantung dengan jumlah permintaan masyarkat.

"Jadi Molen ini bukan menentukan harus berapa-berapa jumlahnya di Kota Pangkalpinang, saya berharap semua masyarakat saya ini nyaman, ada yang jadi petani, ada peternak, ada UMKM, semua masyarakat ku sqya harus membela yang mana, selagi itu permintaan dari masyarakat dan permohonan dari masyarakat dan mereka tidak keberatan ya silahkan," tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, Donal Tampubolon mengatakan, ritel-ritel modern nasional seperti Indomaret dan Alfamart sudah diminta untuk mengakomodir produk-produk lokal.

Menurutnya, sejak mengajukan pergama kali untuk membuka baik minimarket atau supermarket, pihaknya meminta untuk juga dapat menjual produk lokal, terutama produk UMKM asli Kota Pangkalpinang dan Bangka Belitung.

"Produk lokal yang misalnya masuk standar mereka (ritel modern-red), kita juga tidak bisa memaksakan jika ada produk lokal tidak memenuhi standar dari ritel modern seperti minimarket Indomaret dan Alfamart yang nasionalnya," kata Donal.

Dia menyebutkan, setiap ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret diwajibkan minimal harus menjual lima produk UMKM.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Tags
polemik
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved