Breaking News:

Inilah 10 Dampak Buruk Kurang Tidur yang Perlu Diwaspadai, dari Membuat Depresi Hingga Kematian

Inilah 10 Dampak Buruk Kurang Tidur yang Perlu Diwaspadai, dari Membuat Depresi Hingga Kematian

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Grid.ID
Susah Tidur di Malam Hari 

Gangguan tidur yang paling umum, insomnia, memiliki kaitan terkuat dengan depresi.

Dalam sebuah studi pada 2007 terhadap 10.000 orang, mereka yang menderita insomnia lima kali lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan mereka yang tidak.

Nyatanya, insomnia seringkali merupakan salah satu gejala awal depresi.

Insomnia dan depresi saling memengaruhi. Kurang tidur sering kali memperburuk gejala depresi, dan depresi bisa membuat seseorang lebih sulit tidur.

Sisi positifnya, mengobati masalah tidur dapat membantu mengatasi depresi dan gejalanya, maupun sebaliknya.

6. Mempercepat penuaan dini

Kebanyakan orang pernah mengalami kulit pucat dan mata bengkak setelah beberapa malam kurang tidur.

Namun ternyata, kurang tidur kronis dapat menyebabkan kulit kusam, garis-garis halus, dan lingkaran hitam di bawah mata.

Melansir Healht Line, ketika Anda tidak cukup tidur, tubuh Anda dapat melepaskan lebih banyak hormon stres kortisol.

Dalam jumlah berlebih, kortisol dapat memecah kolagen kulit, protein yang menjaga kulit tetap halus dan elastis.

Kurang tidur juga menyebabkan tubuh melepaskan terlalu sedikit hormon pertumbuhan manusia.

Saat kita muda, hormon pertumbuhan manusia mendorong pertumbuhan.

Seiring bertambahnya usia, hormon ini membantu meningkatkan massa otot, menebalkan kulit, dan memperkuat tulang.

7. Menurunkan daya ingat atau membuat jadi pelupa

Mencoba menjaga ingatan Anda tetap tajam? Cobalah cukup tidur.

Melansir Insider, kurang tidur bisa menurunkan ingatan pada orang dewasa maupun anak-anak.

Alhasil, pada anak-anak, kurang tidur akan membuat mereka lebih sulit menerima pelajaran ketika di sekolah.

Hal yang sama juga berlaku pada orang dewasa.

Gangguan tidur untuk waktu yang lama bisa menyebabkan perubahan struktural otak yang berhubungan dengan memori jangka panjang.

Lebih jauh lagi, kurang tidur telah dikaitkan dengan penyakit Alzheimer.

Beberapa penelitian menemukan, tidur bisa membantu membersihkan otak dari protein beta-amyloid yang berhubungan dengan penyakit tersebut.

8. Membuat berat badan bertambah

Kurang tidur tampaknya terkait dengan peningkatan rasa lapar dan nafsu makan sehingga bisa memicu penambahan berat badan.

Menurut sebuah studi pada 2004, orang yang tidur kurang dari enam jam sehari hampir 30 persen lebih mungkin mengalami obesitas dibandingkan mereka yang tidur tujuh sampai sembilan jam.

Penelitian terbaru berfokus pada hubungan antara tidur dan peptida yang mengatur nafsu makan.

Waktu tidur yang lebih singkat dikaitkan dengan penurunan hormon leptin dan peningkatan ghrelin.

Ghrelin dapat merangsang rasa lapar. Sedangkan leptin memberi sinyal kenyang ke otak dan menekan nafsu makan.

Tidak hanya tampaknya merangsang nafsu makan, kurang tidur juga merangsang keinginan untuk makanan tinggi lemak dan tinggi karbohidrat.

9. Meningkatkan risiko kematian

Dalam "Whitehall II Study," para peneliti Inggris melihat bagaimana pola tidur mempengaruhi kematian lebih dari 10.000 pegawai sipil Inggris selama dua dekade.

Hasilnya, yang diterbitkan pada 2007, menunjukkan bahwa mereka yang kurang tidur dari tujuh menjadi lima jam atau kurang dalam semalam hampir menggandakan risiko kematian mereka dari semua penyebab.

Secara khusus, kurang tidur melipatgandakan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

10. Mengganggu penilaian

Kurang tidur dapat pula memengaruhi interpretasi seseorang terhadap peristiwa.

Ini dapat merusak kemampuan diri untuk membuat sebuah penilaian yang masuk akal karena mungkin tidak menilai situasi secara akurat dan menindaklanjutinya dengan bijak.

Orang yang kurang tidur tampaknya sangat rentan terhadap penilaian yang buruk dalam menilai apa akibat kurang tidur terhadap mereka.

Di dunia yang semakin serba cepat, mengurangi waktu tidur telah menjadi semacam “presitise”.

Namun pakar tidur mengatakan jika Anda merasa baik-baik saja dengan kurang tidur, Anda mungkin salah. Dan, jika Anda bekerja dalam profesi yang menilai tingkat fungsi Anda penting, ini bisa menjadi masalah besar.

Studi menunjukkan bahwa seiring waktu, orang yang tidur enam jam, bukan tujuh atau delapan semalam, mulai merasa bahwa mereka telah beradaptasi dengan kurang tidur itu atau mereka sudah terbiasa.

Tetapi, jika Anda melihat bagaimana mereka sebenarnya melakukan tes kewaspadaan mental dan kinerja, mereka terus menurun.

(Kompas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Dampak Buruk Kurang Tidur yang Perlu Diwaspadai"  dan juga telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Hati-hati, Ada 10 Dampak Buruk Kurang Tidur yang Perlu Diwaspadai, Termasuk Membuat Depresi

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved