Breaking News:

Berita Kriminalitas

Tahun 2020 Jumlah Laka Lantas di Bangka Tengah Menurun,Tersangka 2 Kasus Tabrak Lari Belum Ditemukan

Kapolres Bangka Tengah, AKBP Slamet Ady Purnomo menyebutkan jumlah tindak pidana laka lantas terjadi penurunan.

Penulis: Widodo | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/widodo
Kapolres Bangka Tengah beserta jajaran saat konferensi pers akhir tahun di Polres Bangka Tengah, Kamis (31/12/2020) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Berdasarkan data lalu lintas pada tahun 2020  yang dihimpun Polres Bangka Tengah jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Bangka Tengah terjadi penurunan.

Menurut Kapolres Bangka Tengah, AKBP Slamet Ady Purnomo penurunan jumlah laka lantas ini terjadi karena banyaknya kegiatan dari satlantas berupa imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Dari tahun 2019 jumlah tindak pidana sebanyak 38 kasus dan pada tahun 2020 turun 2 kasus yaitu 36 kasus. Dari jumlah tersebut yang meninggal dunia dari 31 orang pada tahun 2019 dan turun menjadi 21 orang di tahun 2020," jelas Slamet kepada saat jumpa pers akhir tahun, Kamis (31/12/2020) di Polres Bangka Tengah.

Selain itu dari segi kerugian materil berdasarkan rekap yang dilakukan pihaknya sebesar Rp 123.100.000  mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2019 yakni sebesar Rp 301.550.000.

Dikatakan Slamet, rata-rata kasus laka lantas tersebut bisa diselesaikan.

Namun diakuinya ada dua kasus yang belum ditemukan tersangka dan masih dalam penyelidikan kaitan dengan tabrak lari.

Kondisi ini terjadi dikarenakan minimnya saksi, petunjuk di lapangan seperti CCTV yang kejadiannya di jalan lintas di dekat perkebunan.

"Rata-rata bisa kita selesaikan, namun ada dua kasus tabrak lari di tengah hutan jalan raya yang belum kami temukan siapa tersangkanya dan masih dalam proses penyelidikan," ungkap Slamet.

Dikatakan Slamet, pada tahun 2020 jumlah tersangka yang juga menjadi korban laka lantas meninggal dunia yakni sebanyak 11 orang, luka berat 6 orang dan luka ringan 2 orang. 

Slamet menegaskan tidak semua laka lantas yang meninggal menjadi korban, karena banyak juga orang tersebut melanggar aturan lalu lintas sehingga dikatakan tersangka dan pada saat laka lantas tersangka tersebut lebih parah dan menyebabkan meninggal dunia.

( Bangkapos.com / Widodo )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved