Pamit Pergi Mengaji, Dua Anak Yatim Menghilang Sudah 8 Bulan, Ibu Setiap Hari Menangis
Pamit Pergi Mengaji, Dua Anak Yatim Menghilang Sudah 8 Bulan, Ibu Setiap Hari Menangis
Pamit Pergi Mengaji, Dua Anak Yatim Menghilang Sudah 8 Bulan, Ibu Setiap Hari Menangis
BANGKAPOS.COM--Dua anak yatim asal Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu Jawa Barat menghilang sejak 8 bulan lalu.
Hingga kini Tantri Aryanti (13) dan Sahadah (14) belum diketahui nasibnya.
Jumaenih (50) ibu dari Tantri Aryanti mengaku hampir setiap hari menangis berlinang air mata mengkhawatirkan anaknya.
"Sudah 8 bulan, sampai sekarang belum ada kabar," ujar dia seperti dikutip bangkapos.com dari Tribuncirebon.com saat Sabtu (1/2/2021).
Jumaenih masih mengingat betul kejadian saat waktu anak keempatnya itu menghilang pada Minggu (19/4/2020) lalu sekitar pukul 17.30 WIB.
Saat itu Tantri Aryanti bersama temannya Sahadah yang juga merupakan anak yatim hendak berangkat mengaji.
Namun, saat berangkat itu hingga sekarang keduanya tak kunjung pulang.
Padahal mereka tak membawa barang apapun, selain perlengkapan ngaji.
"Kalau pulang ngaji jangan malem-malem ya nok langsung pulang, ibu bilang begitu biasanya juga kan habis isya itu suka langsung pulang," ujarnya.
Berbagai upaya pun sudah dilakukan, mulai dari laporan polisi, mencari ke setiap tempat, hingga menanyakan ke orang pintar.
Namun, upaya tersebut belum juga membuahkan hasil.
Jumaenih berharap, anaknya tersebut bisa segera ditemukan dan cepat pulang ke rumah.
"Sekarang gak tahu dimana-mananya, gimana kabarnya, cepat pulang nak," ucap dia.
Jika asa yang mengetahui keberadaan Tantri Aryani dan temannya Sahadah, disampaikan Jumaenih berharap bisa segera menghubungi keluar di nomor kontak 082320718317.
Ibu histeris saat anaknya pulang dalam kondisi sudah tak bernyawa
Jenazah Tenaga kerja Wanita (TKW) bernama Kesuma Hayati Aulia Sirait (14) asal Kabupaten Asahan akhirnya tiba di kampung halamannya.
Diketahui, ia meninggal dunia dengan cara tragis di negeri Jiran.
Jenazah TKW remaja itu disambut haru oleh keluarga, di Dusun 11, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Jumat (1/1/2021).
Jenazah Kesuma Hayati Aulia Sirait yang akrab dipanggil Lisa Sirait(14) tiba dirumah duka sekitar pukul 14.30 WIB.
Seketika jenazah dibopong keluar dari mobil jenazah, Lisa langsung disambut dengan teriakan ibunya Sri Dewi.
"Lisa, anakku," teriak Dewi.
Kesedihan terus terlihat, Dewi seperti ingin memeluk peti jenazah anaknya itu dengan erat.
Bahkan peti yang dibungkus dengan pelastik itu di gerauknya dan ingin disobek olehnya.
"Nak, ini ibu nak. Lisa udah pulangkan nak," katanya.
Dewi yang mengenakan baju merah itu terus menangis, dan terus mengelus foto Lisa yang berada diatas peti.
"Lisa Udah Pulang, Pengen Jadi Ustadzah Tapi Jadi Jenazah ya Nak. Nak, ini adekmu, yang selalu kau rindukan," katanya.
Dengan rasa rindu, ia mengeluarkan semua yang ada dihatinya, bahkan ia mengatakan beberapa kenangan yang sebelumnya terjadi.
"Mak, sarangeo. Udah sarangeo ya anakku," katanya.
Sesekali suami Dewi mencoba menenangkan dan mengatakan sabar kepadanya.
"Bang, salatkan anakku bang. Salatkan anakku," katanya.
Terpantau saat ini kondisi jenazah sedang dibawa ke mushola untuk di salatkan.
(Tribun-Medan.com, Alif Al Qadri Harahap)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pamit Berangkat Ngaji, Dua Anak Yatim Hilang Sejak 8 Bulan Lalu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/13022020_ilustrasi-penculikan-anak.jpg)