Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Covid-19 Meningkat, KBM Tatap Muka Tingkat SMA/SMK di Bangka Belitung Kembali Ditunda

Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, kembali menunda Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka tingkat SMK/SMA di sekolah.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Resha Juhari
Suasana kegiatan belajar mengajar tatap muka di SMAN 4 Pangkalpinang, Senin (24/8/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, kembali menunda Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka tingkat SMK/SMA di sekolah.

Padahal sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung telah merencanakan akan kembali membuka kegiatan belajar di sekolah pada, 6 Januari 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, M Soleh, mengatakan, penundaan kegiatan belajar mengajar ini dilakukan, tidak lain karena alasan kasus Covid-19 yang semakin meningkat di Bangka Belitung.

Dinas Pendidikan Babel juga telah mengeluarkan edaran dengan acuan surat edaran gubernur nomor 188.44/1070/DINDIK/2020, tentang pembelajaran tatap muka semester genap tahun ajaran 2020/2021.

Soleh menegaskan, pemerintah saat ini lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga di sekolah jangan sampai tertular dan terjadi klaster baru dari sekolah.

"Kita tunda kembali, kita mencegah jangan sampai ada yang terpapar Covid-19, karena saat ini, kita lihat cukup tinggi kasus di tujuh kabupaten/kota. Apalagi di Kota Pangkalpinang sudah masuk dalam zona merah. Sehingga kita utamakan kesehatan dan keselamatan warga di sekolah," jelas M Soleh kepada Bangkapos.com, Minggu (3/1/2021)

Soleh menambahkan penundaan aktivitas siswa SMK/SMK belajar tatap muka di sekolah belum diketahui hingga sampai kapan, dengan melihat kondisi kasus Covid-19 di Bangka Belitung.

"Jadi kita tunda pelaksana kegiatan belajar mengajar, kecuali untuk SMK yang sedang melaksanakan peraktek. Tetapi tetap dilaksnakan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Sementara yang lain kita liburkan, dengan waktu belum ditentukan, melihat kedepan bagaimana kondisinya," ungkap Soleh.

Soleh juga mengatakan, awalnya Pemerintah Provinsi Bangka Belitung akan memulai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada, Rabu (6/1/2021) mendatang, namun kembali tertunda karena meningkatnya kasus Corona.

"Sebenarnya kita masuk Minggu depan, tetapi ditunda. Ini akan kami sampaikan nanti melalui surat edaran ke kepala cabang dinas pendidikan di kabupaten/kota,"katanya.

Dengan kembali, tertundanya kegiatan belajar di sekolah, Soleh, mengharapkan, para guru tetap melaksanakan pembelajaran ke para siswanya dengan cara daring atau online.

"Karena guru sudah ada yang mengikuti diklat dan pembelajaran lainya, diharapkan bisa secara inovatif dan kreatif dalam memberikan pembelajaran secara online ke siswanya. Karena sudah banyak kegiatan kita ikutkan mengenai pembelajaran online ini, semoga bisa di aplikasikan dengan baik di masa pandemi ini," harapnya.

Ilustrasi Corona Virus babel
Ilustrasi Corona Virus babel (Darwinsyah/BangkaPos)

Zona Merah

Sekretaris Satgas Percepatan, Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Mikron Antariksa, menyebutkan, bahwa Kota Pangkalpinang saat ini telah masuk pada zona merah dengan resiko tinggi penyebaran Covid-19.

Kemudian kabupaten lainnya seperti, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka, Bangka Tengah dan Belitung masuk zona oranye atau tingkat penyebaranya risiko sedang. Kabupaten yang memiliki resiko rendah atau zona kuning hanya di Belitung Timur.

Dari kondisi tersebut, Mikron mengatakan sebaiknya pelaksaan kegiatan belajar mengajar di sekolah ditunda, karena pertimbangan penyebaran Covid-19 yang sedang meningkat ningkatnya.

"Kalau zona merah hanya di Pangkalpinang, tetapi karena saat ini sedang marak-maraknya peningkatan kepala Dinas Pendidikan pak Soleh, juga telah menelpon dan kami menyarankan penundaan dahulu lah. Sampai batas waktu belum ditentukan. Kita coba dahulu hingga sebulan kedepan," jelas Mikron.

Ia menambahkan, ini dilakukan berdasarkan keputusan Satgas Covid-19 Babel dan melihat kondisi siswa yang sekolah tidak semuanya berasal dari satu daerah tempat ia sekolah.

"Karena posisinya kita ini satu daratan jadi bisa saja ada siswa yang beras dari mana kemudian sekolah ke Pangkalpinang, sehingga takut terjadi penyebaran, jadi ditunda. Karena saat ini Bangka Selatan dan Bangka Barat ada peningkatan kasus, sehingga pada dasarnya penundaan KBM ini sudah kita rencanakan,"tegasnya.

Poin Surat Edaran Dinas Pendidikan Babel terkait penundaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah sebagai berikut.

1. Kegiatan belajar mengajar jenjang SLB yang semula Tatap Muka dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2021 dan jenjang SMA/SMK pada tanggal 06 Januari 2021 untuk sementara dilaksanakan melalui Pembelajaran
Jarak Jauh dan dibimbing oleh guru melalui online (daring) sampai batas waktu ditentukan.

2. Untuk peserta didik Jenjang SMK yang sedang melaksanakan Praktek,diharapkan tetap dilakukan secara tatap muka, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

3. Guru dan tenaga kependidikan melaksanakan sistem kerja Work From Home (WFH) dengan ketentuan 50 persen  dari jumlah seluruh pegawai dengan jadwal perminggu.

( Bangkapos.com / Riki Pratama )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved