Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka Bulan Januari di Pangkalpinang Kembali Dipertimbangkan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi,  mula berencana pembelajaran tatap muka

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi 

"Karena guru sudah ada yang mengikuti diklat dan pembelajaran lainya, diharapkan bisa secara inovatif dan kreatif dalam memberikan pembelajaran secara online ke siswanya. Karena sudah banyak kegiatan kita ikutkan mengenai pembelajaran online ini, semoga bisa di aplikasikan dengan baik di masa pandemi ini," harapnya.

Zona Merah

Sekretaris Satgas Percepatan, Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Mikron Antariksa, menyebutkan, bahwa Kota Pangkalpinang saat ini telah masuk pada zona merah dengan resiko tinggi penyebaran Covid-19.

Kemudian kabupaten lainnya seperti, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka, Bangka Tengah dan Belitung masuk zona oranye atau tingkat penyebaranya risiko sedang. Kabupaten yang memiliki resiko rendah atau zona kuning hanya di Belitung Timur.

Dari kondisi tersebut, Mikron mengatakan sebaiknya pelaksaan kegiatan belajar mengajar di sekolah ditunda, karena pertimbangan penyebaran Covid-19 yang sedang meningkat ningkatnya.

"Kalau zona merah hanya di Pangkalpinang, tetapi karena saat ini sedang marak-maraknya peningkatan kepala Dinas Pendidikan pak Soleh, juga telah menelpon dan kami menyarankan penundaan dahulu lah. Sampai batas waktu belum ditentukan. Kita coba dahulu hingga sebulan kedepan," jelas Mikron.

Ia menambahkan, ini dilakukan berdasarkan keputusan Satgas Covid-19 Babel dan melihat kondisi siswa yang sekolah tidak semuanya berasal dari satu daerah tempat ia sekolah.

"Karena posisinya kita ini satu daratan jadi bisa saja ada siswa yang beras dari mana kemudian sekolah ke Pangkalpinang, sehingga takut terjadi penyebaran, jadi ditunda. Karena saat ini Bangka Selatan dan Bangka Barat ada peningkatan kasus, sehingga pada dasarnya penundaan KBM ini sudah kita rencanakan,"tegasnya.

Poin Surat Edaran Dinas Pendidikan Babel terkait penundaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah sebagai berikut.

1. Kegiatan belajar mengajar jenjang SLB yang semula Tatap Muka dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2021 dan jenjang SMA/SMK pada tanggal 06 Januari 2021 untuk sementara dilaksanakan melalui Pembelajaran
Jarak Jauh dan dibimbing oleh guru melalui online (daring) sampai batas waktu ditentukan.

2. Untuk peserta didik Jenjang SMK yang sedang melaksanakan Praktek,diharapkan tetap dilakukan secara tatap muka, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

3. Guru dan tenaga kependidikan melaksanakan sistem kerja Work From Home (WFH) dengan ketentuan 50 persen  dari jumlah seluruh pegawai dengan jadwal perminggu.

( Bangkapos.com / Andini Dwi Hasanah / Riki Pratama )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved