Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Vaksin Covid-19 Dijadwalkan Tiba di Bangka Belitung Dua Hari Lagi, Diangkut Pakai Truk dari Jakarta

Vaksin buatan Sinovac dijadwalkan akan tiba di Provinsi Bangka Belitung, pada Rabu (6/1/2020) mendatang.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa saat ditemui di Posko yang berada di Bandara Lama, Kota Pangkalpinang, Senin (19/10/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Vaksin buatan Sinovac dijadwalkan akan tiba di Provinsi Bangka Belitung, pada Rabu (6/1/2021) mendatang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, pada Senin (4/1/2021).

Mikron mengatakan, memprediksi vaksin akan tiba di Provinsi Bangka Belitung pada, Rabu (6/1/2021) nanti.

"Hari ini berangkat dari Jakarta dingkut pakai truk, sehingga 1 atau 2 hari sudah sampai. Rabu diprediksi tiba,"jelas Mikron kepada Bangkapos.com, di kantor gubernur pada, Senin (4/1/2021)

Ia mengatakan jumlah vaksin yang akan tiba, sebanyak 10.000 vaksin.

"10.000 dulu dari 22.000," jelasnya.

Ia menambahkan untuk kebutuhan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung sebanyak 400.000 vaksin. 

"Kebutuhan vaksin itu sesuai dengan kebijakan Presiden Jokowi bahwa untuk seluruh masyarakat akan diberikan vaksin gratis dari pemerintah," jelasnya.

Mikron, menjelaskan berdasarkan surat dari Kementerian Kesehatan RI tentang rencana pemberian Imunisasi Covid-19 dalam tahap awal akan diberikan kepada sejumlah kelompok. 

Seperti kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan penunjang pada fasilitas pelayanan kesehatan. 

"Termasuk petugas pelayan publik yang berhadapan langsung dengan masyarakat misalnya TNI, Polri, petugas bandara, petugas stasiun kereta api, petugas pelabuhan, pemadam kebakaran, petugas PLN dan PAM yang bertugas di lapangan," ungkap Mikron.

Kemudian, untuk sharing anggaran juga dilakukan melalui APBD Pemprov Babel itu dilakukan untuk biaya edukasi dan sosilisasi yang dilakukan pemerintah daerah nantinya.

"Tetap anggaran itu untuk sosialisasi, dan memberikan edukasi, kemudian melengkapi vaksin apabila ada warga tidak dapat atau belum vaksinya, kita juga harus memperiapkan anggaran itu," kata Mikron.

( Bangkapos.com / Riki Pratama )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved