Breaking News:

Perdagangan Hari Perdana di JFX, KBI Dorong Peningkatan Transaksi Multilateral

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI merilis data transaksi perdagangan kontrak berjangka komoditi

Ist/KBI
Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (Paling Kanan), tengah memberikan penjelasan tentang transaksi perdagangan berjangka komoditi kepada Jerry Sambuaga, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia (kedua dari kiri), Hamdi Hassyarbaini, Direktur Bursa Berjangka Jakarta (Tengah), Sidharta Utama, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Kedua dari kiri), dan Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) (Paling Kiri) 

Pemerintah Indonesia sendiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional ada di level 5  persen. 

Industri perdagangan berjangka komoditi sepanjang tahun 2020 bisa dikatakan cukup tahan terhadap guncangan ekonomi. 

Untuk transaksi di Bursa Berjangka Jakarta, sepanjang tahun 2020 volume transaksi tercatat sebanyak 9.433.288 Lot, yang merupakan catatan transaksi tertinggi sepanjang sejarah. 

Disela-sela perdagangan hari pertama di JFX, Sidharta Utama, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengatakan untuk tahun 2021 ini, Bappebti akan memfokuskan pertumbuhan Perdagangan Berjangka Komoditi untuk transaksi multilateral.

"Karena selama ini masih ketinggalan dibandingkan dengan kontrak berjangka lainnya. Untuk itu, Bappebti akan mendorong termasuk menyiapkan berbagai strategi seperti menjadikan perdagangan multilateral menjadi sesuatu yang menarik bagi investor," lanjut Sidharta.

Terkait Transaksi Multilateral, Fajar Wibhiyadi menambahkan sesuai dengan khittahnya, perdagangan berjangka komoditi adalah kontrak multilateral.

"Ini tentunya menjadi pekerjaan rumah kami bersama dari semua pemangku kepentingan di industri perdagangan berjangka komoditi, untuk terus melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat terkait transaksi multilateral. Sebagai sarana lindung nilai (hedging), kontrak multilateral tentunya akan sangat penting bagi para pelaku ekonomi. Melihat potensi komoditas yang ada di Indonesia, kami optimis kontrak multilateral akan tumbuh dalam waktu-waktu mendatang," jelas Fajar.

( Bangkapos.com / Rilis / Cici Nasya Nita )

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved