Breaking News:

Berita Bangka Barat

Yayan Mengais Rezeki dari Limbah Penumpang Pelabuhan Tanjungkalian Muntok

Ditengah hiruk pikuk mobilitas di pelabuhan Tanjungkalian Muntok, terdapat satu keluarga mengais rezeki dari limbah para penumpang.

Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Yayan bersama keluarga saat memilah limbah botol plastik di pelabuhan Tanjungkalian Muntok 

Dalam sehari kata Yayan, ia bisa mengumpulkan kurang lebih empat hingga lima kilogram limbah botol plastik. Tiap kilogram limbah botol, dibandrol Rp 1500 perkilogram. 

" Kalau disini (Pelabuhan -red) sehari bisa dapat empat sampai lima kilo, sekilonya seribu lima ratus," bebernya.

Sementara uang hasil penjualan limbah botol plastik,  digunakan Yayan, memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Mulai dari beras hingga tabung gas ukuran tiga kilogram.

" Kalau uangnya dipakai untuk beli beras, lauk,  dan gas untuk masak.  Cukup gak cukup ya harus cukup," pungkas Pria beranak dua tersebut.

Cukupi Kebutuhan, susuri area wisata

Pendapatan limbah botol plastik di pelabuhan Tanjungkalian Muntok, dirasa Yayan,  belum bisa memenuhi kebutuhan keluarganya.

Ia dan istri pun dipaksa bekerja lebih keras. Setelah dari pelabuhan, Yayan dan istri masih mencari limbah botol plastik ke sejumlah objek wisata pantai.

Mulai dari area menara Mercusuar, Pantai Asmara,  hingga pantai batu Rakit.

" Kalau cuma disini (Pelabuhan-red)  tidak cukup, maka dari sini kami masih keliling ke menara, pantai asmara, kadang ke Batu rakit," ujar Yayan seraya menujuk ke arah menara Mercusuar.

(Bangka Pos / Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved