Breaking News:

Virus Corona

Apakah vaksin Covid-19 halal? Orang Indonesia Menunggu Jawabannya

"Vaksin virus korona "dibuat bebas dari bahan babi," tulis Sinovac, pembuat vaksin China, kepada produsen vaksin milik negara di Indonesia pada Juli.

Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Vaksin Covid 

BANGKAPOS.COM --  "Vaksin virus korona "dibuat bebas dari bahan babi," tulis Sinovac, pembuat vaksin China, kepada produsen vaksin milik negara di Indonesia pada Juli.

Meski suratnya menjanjikan, ulama Indonesia membutuhkan lebih banyak detail.

Vaksin yang dicampur dengan DNA babi dalam jumlah terkecil dapat menghalangi beberapa pengikut Islam untuk melakukan inokulasi di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Sinovac membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memberikan lebih banyak informasi, yang baru datang minggu ini.

Penundaan tanggapan perusahaan China tersebut merupakan tantangan lain dalam peluncuran vaksin yang sudah rapuh di Indonesia.

Dengan jumlah infeksi virus korona tertinggi di Asia Tenggara, negara ini ingin menggalang dukungan untuk tujuannya menginokulasi 181,5 juta orang dewasa dalam waktu 15 bulan.

Tetapi pertanyaan yang membayangi tentang keamanan vaksin Sinovac dan apakah itu halal, atau diizinkan menurut Islam, mempersulit upaya pemerintah.

“Tidak perlu khawatir apakah vaksin ini halal atau tidak,” kata Presiden Joko Widodo. "Kami berada dalam situasi darurat karena pandemi COVID."

Indonesia telah mencatat hampir 800.000 infeksi dan lebih dari 23.000 kematian, angka yang mengejutkan di wilayah di mana kasus virus tetap relatif rendah.

Penyuntikan akan dimulai dengan petugas kesehatan, tentara dan polisi dalam beberapa minggu mendatang, setelah otoritas kesehatan yakin bahwa vaksin Sinovac aman dan efektif.

Halaman
1234
Penulis: Teddy Malaka
Editor: Teddy Malaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved