Breaking News:

Berita Sungailiat

Kadis Pendidikan Bangka Sebut Naiknya Tren Covid-19 Jadi Sebab KBM Ditunda

Rapat pembahasan PTM itupun akan digelar kembali apabila kondisi penyebaran Covid-19 di daerah sudah mulai membaik.

Penulis: | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Ramandha
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Rozali 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, Rozali, kepada Bangkapos.com, Rabu (6/1/2021) ikut menanggapi terkait meningkatnya angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bangka hingga saat ini, yang mempengaruhi kebijakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tertunda. 

Diketahui sebelumnya direncanakan KBM tatap muka tingkat TK, SD dan SMP di Kabupaten Bangka, semula dimulai sejak 4 Januari.

"Tapi sekarang ditunda untuk di wilayah Kabupaten Bangka. Sampai batas waktu yang belum ditentukan," jelasnya.

Menurutnya, ditundanya pelaksanaan KBM tatap muka itu pernah disampaikan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Bangka, Syahbudin, beberapa waktu lalu.

"Pak Wabup menyampaikannya saat memimpin rapat pembahasan kesiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang berlangsung di ruang OR Bangka Setara," katanya.

Rapat pembahasan PTM itupun akan digelar kembali apabila kondisi penyebaran Covid-19 di daerah sudah mulai membaik.

"Bila nantinya PTM sudah dimulai nantinya, anak didik juga hanya bisa diantarkan orang tua sampai di pintu gerbang masuk sekolah dan orang tua tidak diperbolehkan masuk," sebut Rozali.

Suhu tubuh para siswa, juga akan diperiksa dengan Thermo gun, secara bergiliran. Siswa akan didampingi untuk mencuci tangan dengan sabun mengunakan air mengalir.

Selain itu, pada saat memasuki ruangan, jarak antar siswa saat belajar minimal berjarak kurang dari 1,5 meter dan hanya 50 persen dari jumlah siswa yang ikut pembelajaran tatap muka.

"Untuk sisanya tetap belajar di rumah dan keesokan hari nya bergantian lagi," terangnya.

Kadis Pendidikan Kabupaten Bangka ini juga menginginkan peran guru di sekolah, kedepannya dapat memberikan pembelajaran tentang Prokes Covid-19, yang bukan hanya sekedar memberikan contoh.

Ditekankannya, guru jangan hanya meminta siswa untuk menggunakan masker, sementara guru nya sendiri tidak menerapkan hal tersebut.

"Harus bisa memberikan contoh yang baik. Namun bukan hanya contoh. Tapi, juga harus menggunakannya (masker) juga," tutup Rozali.
 
(Bangkapos.com/Ramandha)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved