Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Waspada ! Kasus Membludak, Ruang Isolasi Kelebihan Kapasitas, Pasien Corona pun Disuruh Pulang

Kasus Covid-19 terus meningkat. Imbasnya wisma karantina untuk isolasi orang tanpa gejala (OTG) pun hampir penuh. Bahkan ruang isolasi pasien

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Simulasi penanganan wabah virus Corona oleh petugas di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Kamis (30/01/2020). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -  Kasus Covid-19 terus meningkat. Imbasnya wisma karantina untuk isolasi orang tanpa gejala (OTG) pun hampir penuh.

Bahkan ruang isolasi pasien terkonfirmasi Covid-19 gejala yang tersedia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang sudah overload  atau kelebihan kapasitas.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Fauzan, Rabu (6/1/2021).

"Kita merawat pasien Covid -19 itu ada 20 orang, sementara ruang isolasi kita hanya 17 kamar, jadi ini sekarang sudah overload," ujar dr Fauzan.

Menyikapi hal tersebut, Wakil ketua komisi II DPRD Pangkalpinang, Fraksi PKS, Rio Setiadi menyebutkan, Dinas Kesehatan Pangkalpinang mestinya memberikan pemahamanan kepada masyarakat, terkait beberapa prosedur isolasi mandiri di rumah.

"Hari ini kita ketahui semakin banyak pasien Covid-19 maupun yang non Covid-19 di rumah sakit, bahkan beberapa pasien yang dinyatakan positif Covid-19 pun terpaksa diminta untuk pulang isolasi mandiri dikarenakan penuhnya ruang isolasi," katanya.

Kata Rio, pihaknya memahami bagaimana luarbiasa nya tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan, dan tentu sebagai masyarakat kita tetap wajib untuk mentaati protokol kesehatan agar tidak semakin banyak pasien yang Bergejala baik ringan sedang dan berat sehingga mengharuskan untuk dirawat di rumah sakit.

"Dinas kesehatan juga jangan lupa untuk gencar melakukan sosialisasi bagaimana protokol kesehatan dalam melaksanakan isolasi mandiri di rumah, karena banyak pasien positif Corona yang bergejala ringan atau tanpa gejala yang diminta pulang ke rumah untuk melakukan isolasi," kata Rio kepada Bangkapos.com, Rabu (6/1/2021).

Menurutnya, ini tentu harus diberikan penjelasan bagaimana prosedur isolasi mandiri di rumah, sebab sudah tidak mungkin lagi pasien ditampung di rumah sakit.

"Saya kira tidak cukup hanya dengan secara lisan ketika menyampaikan di depan pasien, tetapi juga perlu diberikan sosialisasi yang lebih masif sampai ke tingkat RT karena Corona di Pangkalpinang sudah menembus angka 1000 orang yang ter infeksi," jelasnya.

Dia menyebutkan, isolasi mandiri di rumah jangan sampai dilepaskan begitu saja kepada masyarakat, apalagi belum ada informasi yang  diterima secara utuh dari dinas terkait.

"Kita berharap ketika pasien disuruh isolasi mandiri di rumah, tidak lagi muncul klaster baru dikarenakan ketidaktahuan pasien akan protokol kesehatan. Dan kami minta pemerintah kota dapat menjadikan penanganan covid-19 ini sebagai prioritas program bisa dikatakan sangat mendesak," ujarnya.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved