Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Harga Kedelai Naik, Siti Pengrajin Tahu Tempe di Kota Pangkalpinang Tetap Pilih Produksi

Naiknya harga kedelai pada awal Januari 2021 membuat sejumlah industri termasuk tahu tempe memilih untuk menghentikan usahanya.

Harga Kedelai Naik, Siti Pengrajin Tahu Tempe di Kota Pangkalpinang Tetap Pilih Produksi - tempe1.jpg
Bangkapos.com/Sela Agustika
Aktivitas produksi tahu di temoat Siti yang beralamat di Sumberejo, Pangkalpinang, Kamis (7/1/2021)
Harga Kedelai Naik, Siti Pengrajin Tahu Tempe di Kota Pangkalpinang Tetap Pilih Produksi - tempe5.jpg
Bangkapos.com/Sela Agustika
Aktivitas produksi tahu di temoat Siti yang beralamat di Sumberejo, Pangkalpinang, Kamis (7/1/2021).

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Naiknya harga kedelai pada awal Januari 2021 membuat sejumlah industri termasuk tahu tempe memilih untuk menghentikan usahanya.

Namun tidak bagi industri tahu dan tempe di Sumberejo, Pangkalpinang ini. Meski pun harga kedelai tinggi dari sebelumnya, pengrajin tahu tempe tradisional ini tetap memilih untuk produksi.

"Harga bahan bakunya mengalami kenaikan yang cukup tinggi, meskipun tinggi tetapi kita tetap memilih produksi, kalau kita tidak produksi ya tidak bisa dapat penghasilan karena ini usaha satu-satunya,"nungkap Pengrajin Tahu dan Tempe,Siti Nurhayati di Sumberejo, Pangkalpinang kepada Bangkapos.com, Kamis  (7/1/2021).

Siti mengatakan harga kedelai yang dibelinya di pasaran saat ini yaitu Rp 9.500 per kilogramnya. Sebelum harga kedelai naik biasanya dia membeli seharga Rp 7.500 hingga Rp 8.000 per kilogram.

Sejak harga kedelai meningkat, keuntungannya  menurun. Tetapi dia memilih untuk tidak menaikkan harga ataupun mengurangi ukuran tahu dan tempe yang diproduksinya.

"Biarlah sementara ini kita mengurangi keuntungan asalkan pembeli tidak berkurang. karena rata-rata pembeli di kita  tengkulak yang sudah langganan jika kita naikkan harganya kasian mereka juga susah jual. Kalau mereka susah jual otomatis permintaan juga sedikit," kata Siti.

Siti Nurhayati Pengrajin Tahu dan Tempe di Sumberejo, Pangkalpinang
Siti Nurhayati Pengrajin Tahu dan Tempe di Sumberejo, Pangkalpinang (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Dia mengatakan dalam satu hari sebanyak 100 kilogram kacang kedelai yang dibutuhkannya  untuk produksi tahu dan tempe yang akan dijualkan kembali.

"Untuk saat ini produksi tegap sama, dimana 50 kg untuk produksi tahu dan 50 kg nya untuk produksi tempe,"ucapnya.

Sementara itu untuk penghasilan yang didapatkannya dalam sebulan dari bisnis tahu dan tempe ini berkisar kurang lebih Rp 5 juta.

"Penghasilan ini tidak menentu karena namanya usaha pasang surut tetapi dalam sebulan bersihnya setelah dipotong semua bisa mencapai Rp 5 Juta," sebut Siti.

Halaman
12
Penulis: Sela Agustika
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved