Breaking News:

Bunuh Diri

Cara Mencegah Orang Mau Bunuh Diri, Singkirkan Benda Berbahaya Hingga Minta Bantuan Psikolog

Langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk mengatasi pemikiran bunuh diri antara lain sebagai berikut:

Editor: fitriadi
Kompas.com
Cara Mencegah Orang Mau Bunuh Diri, Singkirkan Benda Berbahaya Hingga Minta Bantuan Psikolog 

Melansir Healthline, lebih dari 45 persen orang yang meninggal karena bunuh diri didiagnosis memiliki penyakit mental.

Depresi menjadi faktor risiko utama yang menyebabkan seseorang nekat mengakhiri hidupnya.

Selain itu, penderita bipolar dan skizofrenia juga rentan melakukan bunuh diri.

Selain gangguan kesehatan mental, berikut beberapa fakor risiko yang bisa memicu keinginan bunuh diri:

  • Penyalahgunaan zat
  • Penahanan
  • Riwayat bunuh diri keluarga
  • Keamanan
  • Kerja yang buruk atau tingkat kepuasan kerja yang rendah
  • Trauma
  • Didiagnosis dengan kondisi medis yang serius, seperti kanker atau HIV
  • Terisolasi secara sosial atau menjadi korban intimidasi
  • Terkena perilaku bunuh diri.

Tanda-tanda orang ingin bunuh diri

Tanda-tanda ini sering dialami seseorang yang ingin bunuh diri.

Anda bisa mengamatit tanda seseorang ingin bunuh diri jika ada perubahan perilaku yang terjadi pada keluarga atau kerabat Anda.

Bisa jadi, orang tersebut tidak mampu menghadapi permasalahannya dan sedang membutuhkan pertolongan.

Ada beberapa tanda seseorang ingin bunuh diri, seperti dilansir Bangkapos.com dari HelloSehat.com:

  • Selalu berbicara putus asa atau menyerah
  • Selalu membicarakan tentang kematian
  • Melakukan tindakan yang mengantar pada kematian, seperti menyetir ugal-ugalan, melakukan
  • olahraga ekstrem tanpa berhati-hati, atau mengonsumsi dosis obat berlebihan
  • Kehilangan minat pada hal yang ia sukai
  • Berbicara atau mem-posting sesuatu dengan kata-kata galau masalah hidup, seperti tidak ada harapan dan merasa tidak berharga
  • Mengatakan sesuatu yang menyalahkan dirinya seperti “ini semua tidak akan terjadi jika aku tidak ada di sini” atau anggapan “mereka akan lebih baik tanpa diriku”
  • Perubahan suasana hati yang drastis, dari sedih bisa tiba-tiba merasa bahagia
  • Berbicara tentang kematian dan bunuh diri
  • Mengucapkan selamat tinggal pada seseorang, padahal ia tak ada rencana pergi ke mana-mana.
    Depresi berat yang membuatnya memiliki gangguan tidur

Tanda-tanda Depresi

Munculnya depresi seringkali tak disadari oleh banyak orang. Padahal, depresi yang dibiarkan berlarut-larut bisa menimbulkan gejala fisik dan membahayakan nyawa.

Gejala depresi bukan hanya sekadar timbulnya rasa sedih dan putus asa.

Ada beberapa tanda khusus yang biasanya dialami para penderita depresi.

Memahami gejala tersebut akan membawa perubahan besar dalam kehidupan penderita depresi.

Berikut tanda-tanda depresi yang kerap tidak disadari:

1. Selera makan dan berat badan berubah

Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit bisa menjadi salah satu tanda depresi.

Biasanya, penderita depresi kehilangan selera makan karena adanya penurunan suasana hati.

Tetapi ada pula yang justru mengalihkan kesedihannya dengan makan terlalu banyak.

Perubahan dalam selera makan ini juga bisa memicu perubahan berat badan.

Perubahan berat badan secara dramatis juga dapat memperburuk gejala depresi karena mempengaruhi rasa percaya diri seseorang.

2. Perubahan pola tidur

Kurang tidur dapat berkontribusi pada depresi. Sebaliknya, depresi dapat membuat seseorang lebih sulit tidur.

Menurut data National Sleep Foundation, orang dengan insomnia 10 kali lebih mungkin mengalami depresi daripada mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.

Tidur terlalu banyak juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang mungkin mengalami depresi.

3. Penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang

Beberapa orang yang mengalami gangguan suasana hati seringkali mengalihkan emosinya dengan menggunakan alkohol atau obat-obatan untuk mengatasi perasaan sedih, kesepian, atau putus asa.

Orang yang mengonsumsi alkohol atau narkoba juga seringkali memiliki gangguan suasana hati.

4. Kelelahan

Merasa sangat lelah juga menjadi gejala depresi yang sangat umum.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen orang dengan depresi mengalami kelelahan.

Meskipun setiap orang merasa lelah dari waktu ke waktu, orang yang mengalami kelelahan secara terus-menerus - terutama jika disertai dengan gejala lain - berisiko besar mengalami depresi.

5. Pura-pura bahagia

Banyak orang yang selalu terlihat tersenyum tetapi menyembunyikan kesedihan besar di dalam dirinya.

Fenomena ini terkenal dengan istilah "smilling depression". Akan tetapi, pura-pura bahagia padahal hati tersiksa bukan hal yang mudah.

Bisa saja, orang yang pura-pura bahagia itu akan "meledak" suatu saat nanti sehingga tak mampu lagi menyembunyikan kesedihan, putus asa, atau kesepian yang dialaminya.

6. Hilang konsentrasi

Depresi juga bisa mempengaruhi fungsi otak seseorang.

Maka dari itu, penderita depresi seringkali memiliki masalah ingatan dan konsentrasi.

Riset 2014 menunjukan sulit konsentrasi dan fokus juga bisa memperburuk dampak sosial dari depresi.

7. Tidak tertarik dengan hobi

Menurut data National Institute of Mental Health kehilangan minat atau kesenangan terhadap hobi merupakan salah satu tanda depresi..

Ketidaktertarikan dalam aktivitas yang biasa dinikmati seseorang bisa menjadi salah satu tanda pertama yang terlihat ketika orang seseorang mengalami depresi. ( Bangkapos.com / Kompas.com/ Ariska Puspita Anggraini)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hal yang Harus Dilakukan Saat Pikiran Bunuh Diri Muncul", dan "Waspadai, Ini 7 Tanda Tersembunyi Penderita Depresi"

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved