Minggu, 19 April 2026

Bunuh Diri

Pasien Covid-19 Gantung Diri Diduga Tak Tahan Dengar Stigma Terhadap Dirinya, Ini Menjadi Pelajaran

Pria berinisial TA (30) diduga tak tahan mendengar stigma terhadap dirinya. Lantaran ia terkonfirmasi positif Covid-19, melalui test swab antigen.

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Yuranda
Tim Satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang, mengevakuasi korban gantung diri, saat isolasi mandiri di Perumahan Berkah Mandiri Residence, di Jalan Padat Karya, Selindung Lama, Kota Pangkalpinang, Sabtu (9/1/2021) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA --  Pria berinisial TA (30) diduga tidak tahan mendengar stigma terhadap dirinya. Lantaran ia terkonfirmasi positif Covid-19, melalui test swab antigen. 

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, kepada Bangkapos.com, Sabtu (9/1/2021). 

Menurut Mikron, selama almarhum menjalani isolasi mandiri, kemungkinan yang bersangkutan tidak tahan menahan stigma tersebut, sehingga almarhum nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. 

"Kami beransumsi seperti itu. Tentu saja ini menjadi pelajaran bagi kami untuk depannya, agar pelaksanaan penanganannya lebih komperensif dan lebih menyeluruh," kata Mikron. 

Ia berharap dengan cara seperti itu, tidak didapatkan lagi hal seperti ini. Baik dari sisi penanganan yang dilakukan, dinas kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota. 

"Itu harus berkoordinasi agar segala sesuatu dapat dilaksanakan paripurna," ucapnya.

Sebelumnya, almarhum TA ini melakukan test swab antigen ini tanggal 29 Desember 2020, di salah satu klinik di wilayah Bangka Belitung. Didapati dari test itu, hasilnya positif. 

"Kenapa dilakukan test swab antigen ini, karena beliau ini merupakan sopir kepala bank yang ada di wilayah Babel, yang terkonfirmasi positif," katanya. 

Kemudian tanggal 6 Januari 2021, lanjut Mikron, yang bersangkutan pergi ke rumah sakit umum Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, untuk pemeriksaan. 

Katanya, menurut hasil pemeriksaan di rumah sakit dan hasil  rontgen yang disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, dr Fauzan, ada gejala di paru-parunya. 

"Menurut direktur RS itu, dari hasil rontgen mengandung pneumonia, karena kondisi rumah sakit kita penuh, sehingga dilakukan isolasi mandiri," ucapnya. 

Pihaknya juga dapatkan instruksi dari Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, untuk mendatangi kantor tempat almarhum bekerja.

Tim Satgas Covid-19 memerintakan pihak bank untuk libur, atau Work From Home (WFH) bekerja dari rumah untuk sementara waktu. 

"Kami juga akan melakukan penyemprotan desinfektan di bank tersebut setelah ini," ucapnya.

Tim Satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang, mengevakuasi korban gantung diri, saat isolasi mandiri di salah satu kawasan perumahan di Kota Pangkalpinang, Sabtu (9/1/2021)
Tim Satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang, mengevakuasi korban gantung diri, saat isolasi mandiri di salah satu kawasan perumahan di Kota Pangkalpinang, Sabtu (9/1/2021) (Bangkapos.com/Yuranda)

Diduga Depresi

Pria berinisial TA (30) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, di pintu dapur rumahnya, di Perumahan, Selindung Lama, Kota Pangkalpinang, Sabtu (9/1/2021) pagi 

Diketahui TA merupakan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil test rapid test antigen. Ia telah menjalani isolasi mandiri di perumahan tersebut, sekitar 10 hari lalu.

Menurut Septian,  adik korban, beberapa hari yang lalu korban mengalami depresi, saat menunggu hasil swab dari puskesmas. 

Pada tanggal 30 Desember 2020, katanya, korban melakukan rapid tes dan hasilnya reaktif. Kemudian korban melakukan swab di puskesmas dan melakukan isolasi mandiri di rumah adiknya. 

"Sampai saat ini korban belum menerima hasil swab dari gugus tugas itu," kata Septian, Sabtu (9/1/2020)

Sementara itu, pihak kepolisian Polres Pangkalpinang mendapat laporan dari warga yang melaporkan ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Setelah mendapat laporan tersebut, Reskrim Polres Pangkalpinang berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang, untuk mendapati lokasi.

"Kami langsung berkoordinasi Satgas Covid-19 untuk melakukan evakuasi terhadap korban," kata Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Johan Wahyudi saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

Johan menjelaskan, dalam proses evakuasi tim gabungan menggunakan peralatan standart penanganan covid -19 dengan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap. 

"Diduga korban ini depresi menunggu hasil swab, namun untuk kemungkinan lainya masih menunggu hasil penyelidikan dan kami terus melakukan koordinasi dengan tim gugus tugas," kata Johan Wahyudi.

Tim Gugus tugas kecamatan, Rumah Sakit Umum Depati Hamzah Kota Pangkalpinang dan identifikasi Polres Pangkalpinang melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa korban ke rumah sakit.

Tim Satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang, mengevakuasi korban gantung diri, saat isolasi mandiri di perumah, Sabtu (9/1/2021)
Tim Satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang, mengevakuasi korban gantung diri, saat isolasi mandiri di perumah, Sabtu (9/1/2021) (Bangkapos.com/Yuranda)

Warga Heboh, Pria Tewas Gantung Diri Saat Jalani Isolasi Mandiri

Warga di salah satu kawasan perumahan  di Kota Pangkalpinang, dihebohkan dengan penemuan mayat pria yang tewas dalam posisi gantung diri Sabtu (9/1/2021) pagi. 

Pantauan Bangkapos.com, terlihat masyarakat sekitar perumahan itu berkumpul di luar garis polisi yang sudah terpasang. 

Diketahui korban merupakan pasien Covid-19, saat itu sedang melaksanakan isolasi mandiri, menunggu hasil Swab PCR Covid-19 dari Puskesmas Selindung yang belum keluar. 

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Bangkapos.com, korban telah menjalani isolasi selama 10 hari di perumahan tersebut sejak dinyatakan positif dari hasil rapid antigen. 

Menurut Riko Adiguna (21), saksi dan juga merupakan sepupu korban, yang mengetahui peristiwa gantung diri.

Ia ditugaskan setiap hari untuk melihat kondisi korban, yang sedang diisolasi mandiri. 

"Sekira pukul 06.30  WIB melihat korban telah meninggal dengan cara gantung diri di dapur," kata Riko, Sabtu (9/1/2021) .

Kemudian setelah mengetahui hal tersebut, ia langsung melaporkannya kepada adik korban pemilik perumahan itu, tempat korban diisolasi. 

Selanjutnya, ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke warga sekitar dan kepolisian, dan Satgas Covid-19 Pangkalpinang, pemeriksaan dan evakuasi. 

Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang dr Fauzan ditemui di lokasi, membenarkan bahwa hasil rapid antigen korban reaktif . 

“Benar kalau hasil rapid antigen korban reaktif Covid-19, karena hasilnya reaktif 80 persen kemungkinan hasil swabnya positif, jadi akan dimakamkan sesuai standar Covid-19,” ungkapnya. 

Saat ini jenazah korban di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, dan akan dikebumikan dengan prosedur protokol kesehatan.

Disclaimer

Artikel ini tidak untuk membenarkan atau mengglorifikasi tindakan bunuh diri.

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling

( Bangkapos.com / Yuranda )

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved