Breaking News:

Human Interest Story

Di Tengah Pandemi Covid-19 Keripik Pisang Nyichips Tetap Eksis, Omzet Meningkat Bisa Raih Rp 10 Juta

Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Begitulah yang dilakukan Dhias (28), pengusaha keripik pisang di Kota Pangkalpinang.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Owner Keripik Pisang Nyichips, Dhias Latria 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Begitulah yang dilakukan Dhias (28), pengusaha keripik pisang di Kota Pangkalpinang.

Walaupun pandemi Covid-19, tetapi produk olahan miliknya, Nyichips tetap eksis.

Awalnya usaha yang digeluti ini dimulai sejak Juni 2019 ini tak semeningkat saat ini, jatuh bangun kerap dirasakannya.

Namun, belajar dari pengalaman dan dibimbing oleh mentor, cemilan keripik dengan enam varian rasa kekinian mulai banyak dikenal pelanggan.

Rasa yang disajikan meliputi cokelat, greentea, sweet corn, bbq, balado dan original.

Keripik Pisang Nyichips
Keripik Pisang Nyichips (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Dengan harga dibanderol Rp 12.000, keripik ini sudah tersebar diberbagai distributor beberapa daerah di wilayah Pulau Bangka.

"Alhamdulillah, kalau sekarang omset lumayan meningkat, bulan kemarin terakhir kita laku 1.250 pax, kisaran bila dinominal Rp 10 juta," ungkap Dhias, Senin ( 11/1/2021).

Diakuinya, awalnya penghasilan yang bisa digarap beberapa waktu lalu hanya kisaran di bawah angka Rp 5 juta.

"Dulu usaha ini saya sendiri, kalau sekarang sudah ada tim, kita berempat. Kepikiran bikin usaha ini karena kuliah di Bandung, ada cemilan seperti ini. Ketika pulang Bangka, kebetulan pisang di belakang rumah banyak, jadi dicobain lah," kata Dhias.

Belajar dengan mentor terkait pengemasan dan pemasaran, membuahkan hasil yang baik dan usahanya perlahan berkembang.

"Saya mentoring dengan yang ahli, kalau usaha ini harus kreatif, terutama kita harus berinovasi di pengemasan, kemudian pemasaran juga kita gencarkan. Kita fokus 80 persen offline, lakukan distribusi ke beberapa tempat, dan warung kopi juga," jelas Dhias.

Cemilan ini dikemas dengan berat 60 gram, dengan ukuran mungil yang pas untuk makanan ringan saat bersantai.

"Harapan ini terus eksis dan berkembang, kita juga ada produk baru keripik kentang, semoga saja dapat diterima dengan baik oleh masyarakat," harap Dhias.

( Bangkapos.com / Cici Nasya Nita )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved