Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Didit Srigusjaya Ingin Bangun Ideologi Para Kader PDI Perjuangan

Didit Srigusjaya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Bangka Belitung yang masih memberikan amanah kepada PDI Perjuangan

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Ketua DPD PDI Perjuangan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya saat menjadi pembicara di Dialog Ruang Tengah Bangka Pos yang dipandu Pimpred Bangka Pos Ibnu Taufik Juwariyanto, Selasa (12/1/2021) di Ruang Redaksi Bangka Pos. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pada momentum HUT Ke- 48 PDI Perjuangan ini, Ketua DPD PDI Perjuangan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Bangka Belitung yang masih memberikan amanah kepada PDI Perjuangan sehingga bisa sebagai partai pemenang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu.

Mengenakan baju hitam, Didit hadir dalam Dialog Ruang Tengah Bangka Pos bertema PDI Babel Tetap Hadir dan Berjuang Untuk Rakyat.

"Kalau untuk peta legislasinya, kita Alhamdulilah, bahwa kita menguasai ketua DPRD se-Bangka Belitung. Kalau untuk PDI Perjuangan di Indonesia hanya Bali dan Bangka Belitung, yang kadernya itu ketua DPRD," ungkap Didit, Selasa (12/1/2021).

PDI Perjuangan Bangka Belitung dengan semangat perjuangan yang tinggi berhasil membuat kader-kadernya menduduki kursi ketua DPRD di Bangka Belitung.

"Pertama, jujur saja ini (keberadaan PDI Perjuangan semasif saat ini-red) karena berdampak terhadap pilpres juga, seneng gak seneng harus kita akui, multiefek dari pilpres karena akan berbarengan," kata Didit.

Kedua, sistem pemilu ini yang membuat PDI Perjuangan, mampu menguasai kursi untuk ketua DPRD di Bangka Belitung. Tapi yang paling penting semangat dan gotong royong para kader PDI Perjuangan itu," jelas Didit.

Menurutnya, partai politik manapun jarang menjual karakter ideologi sehingga ke depan PDI Perjuangan mengevaluasi diri pasca kegagalan di Pilkada Serentak 2020 kemarin.

"Para kader ini harus diberikan dokrin ideologis, artinya bila kader sudah memahami ideologis (ideologi Pancasila-red), di sinilah kekuatan partai akan menuju partai yang modern dan tidak tergantung siapa sih ketuanya, tetapi bagaimana organisasinya itu," sebut Didit.

Ke depan hal ini penting untuk dilakukan. Dia juga merasa ada kader PDI Perjuangan ada yang masuk dikarenakan kesempatan, suka karena figur dan peluang bisnis, bukan karena ideologi.

"Saya lihat ini bukan hanya di PDI Perjuangan, hampir semua partai. Maka jangan heran, kalau dia gagal di sini, loncatnya ke partai A atau B. Maka ini menjadi sebuah tanggungjawab saya, saya ingin ke depan kader-kader masuk PDI Perjuangan, karena ideologis pancasila itu," sebut Didit.

Tujuan partai politik sendiri ini memberikan pemahaman politik terhadap masyarakat, maka tak bisa menyalahkan masyarakat bila tidak paham, tetapi di sini penting peran partai politik untuk memberikan pemahaman secara kultur dan masif.

"Jangan menyalahkan rakyat, karena tugas kami sebagai partai politik belum mampu memberikan politik yang baik pada masyarakat. Kedepannya ini yang perlu saya bangun tentang ideologinya," kata Didit.

( Bangkapos.com / Cici Nasya Nita )

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved