Breaking News:

Advetorial

Kenali Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Segera Diobati

Dr. Steven Jonathan, dokter spesialis paru dari RS Siloam Bangka sering mendapat pasien-pasien datang berobat karena keluhan batuk berdahak lebih dari

ist
Nara sumber : Dr. Steven Jonathan (spesialis paru ) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- dr Steven Jonathan, dokter spesialis paru dari RS Siloam Bangka sering mendapat pasien-pasien datang berobat karena keluhan batuk berdahak lebih dari 2 minggu atau batuk berulang berbulan-bulan. Keluhan kadang disertai sesak atau napas berbunyi.

Menurut dr Steven Jonathan, Sp.P, pasien-pasien yang mengalami keluhan seperti ini harus segera berobat ke dokter paru agar bisa dievaluasi penyebabnya.

Penyakit yang dapat menyebabkan gejala yang disebut di atas adalah penyakit obstruksi/penyempitan saluran napas, yang dapat berupa asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Penyakit asma yang klasik biasanya terjadi sejak usia muda dengan faktor risiko riwayat serupa (asma) di keluarga atau ada bakat alergi, sedangkan PPOK dapat terjadi pada usia pertengahan hingga usia lanjut dengan faktor penyebab adalah pajanan asap yang berlangsung lama.

Asap yang sering menyebabkan PPOK adalah asap rokok (perokok aktif maupun pasif), juga asap-asap hasil pembakaran lainnya seperti penggunaan kayu bakar untuk memasak, asap industri, asap kendaraan bermotor, dan lainnya.

Perokok, bahkan ketika mereka sudah lama berhenti merokok, tetap berisiko untuk mengalami PPOK di usia pertengahan dalam hidupnya.

Baik asma maupun PPOK dapat memberikan gejala yang sama namun karakteristik gejalanya berbeda dari segi awitan, kekambuhan dan kekerapan.

Mengapa penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter paru apabila memiliki gejala di atas?

Asma dan PPOK adalah penyakit dengan penyempitan sa­luran napas yang apabila dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

Asma bersifat reversibel, artinya penyempitan saluran napas tidak bersifat permanen (dapat kembali seperti semula apabila diobati).

Halaman
12
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved